Gerindra Bakal Kembalikan Posisi Sandiaga Sebagai Wakil Prabowo?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berswafoto pada kunjungan pelatihan kewirausahaan di Pasar Minggu, Jakarta, Ahad 3 Maret 2019. Sandi ditemani Caleg Gerindra, Novita Dewi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berswafoto pada kunjungan pelatihan kewirausahaan di Pasar Minggu, Jakarta, Ahad 3 Maret 2019. Sandi ditemani Caleg Gerindra, Novita Dewi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut kemungkinan Sandiaga Uno kembali mengisi jabatan lamanya di Gerindra. Sebelum menyatakan mundur pada Agustus 2018 lalu, Sandiaga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

    "Dimungkinkan beliau akan menduduki posisi yang kemarin dia tinggalkan," kata Muzani di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

    Muzani mengatakan kalau kepastian soal posisi mantan Wakil Gubernur Jakarta itu ada di tangan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

    "Mungkin jabatan yang ditinggal akan kembali dijabat oleh beliau (Sandiaga) lagi, setelah Pak Prabowo mempertimbangkan satu dan hal lainnya," kata Muzani.

    Muzani menambahkan, Gerindra menghormati hak politik Sandiaga untuk kembali bergabung. Sandiaga, ujarnya, memang merasa memiliki kecocokan dengan partai bentukan Prabowo ini.

    Sandiaga Uno bergabung dengan Partai Gerindra sejak 2015. Selain sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, dia juga pernah didapuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra.

    Sandiaga menyatakan mundur dari Gerindra pada Agustus 2018 saat dipinang Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden untuk pemilihan presiden 2019. Saat itu dia juga melepas posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru dijabat selama 10 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.