Adik Hanum Rais Sebut Penusukan Wiranto Tak Sesuai Ajaran Islam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Baihaqy Rais. DPRD-diy.go.id

    Ahmad Baihaqy Rais. DPRD-diy.go.id

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Adik Hanum Rais, Ahmad Baihaqy Rais, mengatakan belum berkomunikasi dengan kakaknya soal organisasi relawan Jam’iyyah Joko Widodo - Ma’ruf yang melapor ke Mabes Polri.

    Organisasi ini melaporkan Hanum Rais karena putri dari Amien Rais itu berkomentar soal insiden penusukan Wiranto di Twitter.

    “Saya malah sebenarnya risih, melihat berita-berita yang ada itu kenapa selalu yang disebut ‘orang Islam, orang Islam, pelakunya adalah orang Islam’. Kenapa pelaku penusukan tidak disebut saja orang gila?” ujar Baihaqy ditemui usai mengikuti rapat paripurna di DPRD DIY, Senin, 14 Oktober 2019.

    Politikus PAN ini mengatakan dalam ajaran agama Islam tidak pernah diajarkan perilaku kekerasan atau teror seperti yang dilakukan pelaku penusukan Wiranto.

    Baihaqy meminta media massa dalam memberitakan sesuatu kasus juga bersikap proporsional. Ia pun mencontohkan belakangan marak demonstrasi mahasiswa dalam mengkritik perundang-undangan yang kontroversial hingga ikut membawa korban luka dan tewas dari kelompok mahasiswa.

    “Kita tahu, kemarin ada mahasiswa yang tertembak, dan banyak kasus lain yang seharusnya juga lebih penting untuk diangkat,” ujarnya.

    Baihaqy sendiri belum mau berkomentar jauh ihwal pelaporan cuitan kakaknya karena belum berkomunikasi langsung dengan Hanum Rais. Yang jelas,dari partai PAN baik melalui Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Pusat telah menyatakan kasus Hanum masuk ranah pribadi.

    Hanum juga tak hadir saat DPRD DIY menggelar rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan pada Senin 14 Oktober 2019. “Yang dilakukan (Hanum) tidak ada kaitannya dengan sikap partai atau tugasnya sebagai wakil rakyat, itu hanya (cuitan) pribadi dia,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.