Polisi Sebut Pelantikan Presiden Diundur Bukan Karena Ancaman

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat menghadiri Sidang Paripurna Pelantikan Anggota DPR/DPD/MPR periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat menghadiri Sidang Paripurna Pelantikan Anggota DPR/DPD/MPR periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pengunduran jam pelantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Wakil Presiden Ma'ru Amin bukan karena potensi ancaman.

    "Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo kan sudah menyampaikan, itu untuk menghormati umat kristiani yang menjalankan ibadah pada pagi hari," ujar Dedi di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 10 Oktober 2019. 

    MPR RI sedianya akan melaksanakan pelantikan pada Ahad, 20 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, namun diundur menjadi pukul 14.00 WIB pada hari yang sama.

    Sementara itu, aparat gabungan akan mengerahkan sebanyak 27 ribu personel TNI-Polri akan dikerahkan untuk menjaga pelantikan. Seluruh personel akan mengamankan tempat-tempat sentral di Jakarta.

    Pelantikan presiden dan wakil presiden sendiri akan digelar di Kompleks Parlemen. Presiden inkumben Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019.

    Dedi memastikan, pola pengamanan pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak akan jauh berbeda dari pola pengamanan pelantikan anggota Dewan pada 1 Oktober 2019. Pengamanan akan menggunakan pola tiga ring.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.