Saat Puan Maharani Blusukan di Kompleks DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani, menerima struk pembayaran usai melakukan pembayaran makanan yang dipesannya saat meninjau beberaapa tempat di Pujasera Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani, menerima struk pembayaran usai melakukan pembayaran makanan yang dipesannya saat meninjau beberaapa tempat di Pujasera Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan setelah dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani berkeliling kompleks kantor anyarnya di Senayan, Jakarta. Puan blusukan ke sejumlah titik di kompleks parlemen  dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan baru berakhir 2,5 jam kemudian.

    Puan didampingi tiga wakil ketua DPR, yakni Aziz Syamsudin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rachmat Gobel, serta Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar. Sedangkan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar absen dari kegiatan itu.

    "Cak Imin belum bisa datang," kata Puan saat bercengkrama dengan wartawan di ruang Media Center DPR, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Titik pertama yang dikunjungi Puan adalah Ruang LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang ada di Gedung Nusantara III DPR. Dia juga sempat menghampiri ruang merokok yang ada di sudut depan lobi gedung yang sama, lalu berjalan ke arah gedung Nusantara V yang menjadi Kompleks MPR dan DPD.

    Dari sana, Puan balik arah dan menuju ruang Media Center. Kepada para wartawan, Puan mengumumkan tugas pokok dan fungsi yang dijabat empat wakil ketua DPR.

    Aziz Syamsudin menjadi Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sufmi Dasco menjabat Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Rachmat Gobel menjadi Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, sedangkan Muhaimin menjadi Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

    Dari ruang Media Center, Puan keluar Gedung Nusantara III dan naik mobil golf yang sudah terparkir di depan lobi. Puan mengambil kemudi, sedangkan Aziz duduk di sampingnya. Dasco dan Gobel menempati kursi belakang.

    Titik berikutnya yang dikunjungi mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini adalah posko Polisi Pasukan Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) yang terletak di dekat gerbang utama Kompleks DPR. Menyapa sejumlah aparat yang berjaga, Puan juga secara simbolis menerima buah dari para petugas.

    Perjalanan berlanjut menuju tenda pasukan Tentara Nasional Indonesia yang bertugas di gedung DPR. Selain mampir ke posko, Puan juga sempat mengintip menu makan yang diperuntukkan para prajurit TNI tersebut.

    "Ini kok nasinya sedikit sekali. Lauknya cukup, tapi nasinya kecil banget. Buat saya aja kurang," kata Puan.

    Dari sana, Puan dan rombongan menuju Gedung Nusantara atau yang dikenal dengan Gedung Kura-kura. Para pimpinan DPR ini masuk ke Ruang Badan Musyawarah, di mana Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Brigadir Jenderal Wahyu Hediningrat tengah memberikan arahan kepada sedikitnya seratus orang jajaran kepolisian.

    Dalam pidatonya, Puan berjanji lebih memperhatikan makanan untuk para hamba wet ini. Dia bergurau tak ingin aparat yang bertugas di DPR pulang dengan kondisi tubuh kurus.

    "Tadi saya ke pos TNI, saya lihat nasinya kecil sekali. Saya sampaikan ke wakil-wakil saya, ini harus ada solusi. Jangan sampai pasukan ini pulang dari DPR jadi kurus," kata putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini.

    Setelah berpidato, Puan dan rombongan kembali bergerak menuju titik lain. Dia sempat meninjau Sport Center sebelum mengakhiri blusukannya di kantin atau yang dikenal sebagai Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera).

    Di tempat yang dipenuhi pelbagai penjual makanan ini, Puan dan rombongannya bersantap siang. Dia memilih menu nasi tongseng sapi.

    "Ini salah satu menu favorit saya. Sengaja makan di Pujasera karena pengen liat suasananya seperti apa, makanannya enak enggak," kata Puan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.