Kementerian PUPR Segera Rehab Bangunan Rusak Imbas Rusuh Wamena

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi asal Wamena, Papua yang diangkut menggunakan pesawat Hercules tiba di Lanud Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu 2 Oktober 2019. Sebanyak 81 pengungsi eksodus tersebut transit selama satu malam di Ambon sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang sama menuju Lanud Hasanuddin - Makassar, Lanud Ahmad Yani - Semarang, Halim Perdanakusuma - Jakarta dan Lanud Husein Sastranegara - Bandung. Mereka kembali ke daerah asal masing-masing pascakerusuhan di Wamena. ANTARAFOTO/izaac mulyawan

    Pengungsi asal Wamena, Papua yang diangkut menggunakan pesawat Hercules tiba di Lanud Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu 2 Oktober 2019. Sebanyak 81 pengungsi eksodus tersebut transit selama satu malam di Ambon sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang sama menuju Lanud Hasanuddin - Makassar, Lanud Ahmad Yani - Semarang, Halim Perdanakusuma - Jakarta dan Lanud Husein Sastranegara - Bandung. Mereka kembali ke daerah asal masing-masing pascakerusuhan di Wamena. ANTARAFOTO/izaac mulyawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkannya segera merehabilitasi bangunan rusak akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, pada 23 September 2019. Saat ini pihaknya bersama satuan Zeni TNI masih pada tahapan pembersihan lahan. "Saya kasih waktu untuk pembersihan dua pekan," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Sepuluh kantor pemerintah pusat yang rusak berat, serta 34 bangunan rusak ringan yang terdiri dari delapan kantor dan 26 sarana pendidikan rusak. Selain itu, 450 ruko dan 165 rumah dilaporkan terbakar.

    Rata-rata bangunan di Wamena, kata Basuki, hanya rusak di bagian atap. Ia berharap proses rehabilitasi bisa selesai dengan cepat.

    Selain itu, ia memerintahkan agar rehabilitasi bangunan rusak menggunakan material lokal dan bekerja sama dengan pengusaha lokal. "Dan pelaksanaan dibantu oleh TNI," ujarnya.

    Kerusuhan yang terjadi di Wamena berawal dari aksi unjuk rasa siswa. Demonstrasi berakhir ricuh hingga mereka membakar gedung-gedung pemerintah, ruko, dan rumah warga.

    Unjuk rasa diduga dipicu kabar bohong tentang adanya ucapan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Selain kerusakan, peristiwa ini mengakibatkan 33 orang meninggal dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.