Doktor UIN Yogya Diduga Lakukan Penipuan CPNS Rp 1 Miliar Lebih

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penipuan CPNS. kemendagri.go.id

    Ilustrasi penipuan CPNS. kemendagri.go.id

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga atau UIN Yogya dituduh melakukan penipuan CPNS terhadap banyak orang. Dia diduga menjanjikan status PNS (pegawai negeri sipil) dengan imbalan hingga seratusan juta rupiah per orang.

    Rata-rata korban-korban Doktor Masroer, M.Si, pengajar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, justru mantan mahasiswanya. Faktor kedekatan antara dosen dan mahasiswa itulah yang dimanfaatkan.

    “Korbannya diduga lebih dari sepuluh orang,” kata salah satu korban, Imam (bukan nama sebenarnya) pada Sabtu lalu, 5 Oktober 2019.

    Pengacara Masroer, Deddy Suwadi Siregar, menyatakan kliennya dianggap melanggar kode etik oleh Dewan Etik UIN Yogya. Kliennya lalu mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Program Pendidikan (Prodi) Sosiologi Agama.

    “Jadi bukan dipecat tapi  berhenti karena mengundurkan diri."

    Dekan Dekan Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam UIN Yogya Alim Roswantoro sidang Dewan Etik Kehormatan diketuai oleh Prof Dr H Syihabuddin al-Quyubi. Hasil Sidang akan menjadi pertimbangan Rektor UIN Yogya mengambil keputusan.

    "Maaf saya belum tahu hasilnya karena saya bukan termasuk anggota Dewan Etik Kehormatan,” ucapnya.

    Adapun Rektor UIN Yogya ‎Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A hanya menjawab singat ketika dimintai konfirmasi. “Masih di-BAP (berita acara pemeriksaan)."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.