BMKG Bantah Isu Gempa Besar Bakal Terjadi di Ambon

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis, 26 September 2019. Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tersebut akibat aktivitas sesar aktif lokal. ANTARA/Izaak Mulyawan

    Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis, 26 September 2019. Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tersebut akibat aktivitas sesar aktif lokal. ANTARA/Izaak Mulyawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar gempa besar dan tsunami akan terjadi di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua. Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly mengatakan hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.

    “Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Sadly seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Ahad, 29 September 2019.

    Pada Kamis kemarin gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Kairatu, Ambon, dan Haruku. Sadly berujar hingga Jumat pagi kemarin, hasil pemantauan pihaknya menunjukkan intensitas gempa terus mengecil.

    Usai gempa mengguncang, BMKG mencatat ada 264 gempa susulan terjadi dengan kekuatan terbesar 5,6 magnitudo dan terkecil 3,0 magnitudo. “Secara statistik, frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil,” ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Sadly meminta masyarakat memastikan informasi resmi terkait gempa hanya melalui BMKG yang disebarkan lewat kanal komunikasi resmi dan terverifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...