Siswa SD dan SMP di Surabaya Besok Diliburkan Karena Ada Demo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya meliburkan siswa sekolah TK, SD dan SMP pada Kamis, 26 September 2019, karena ada rencana demo mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Demonstrasi digelar untuk menolak beberapa rancangan undang-undang yang dibahas DPR dan pemerintah.

    Kebijakan libur sekolah itu dituangkan dalam surat edaran bernomor 420/11482/436.7.1/2019 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan dan ditujukan untuk kepala TK, SD, SMP/MTs negeri dan swasta.

    "Sehubungan dengan adanya kegiatan unjuk rasa pada Kamis, 26 September 2019, maka diminta kepada saudara untuk mengarahkan siswa belajar dan menyelesaikan tugas mata pelajaran di rumah masing-masing. Atas perhatiannya disampaikan terima kasih," bunyi surat edaran tersebut.yang salinannya diperoleh ANTARA di Surabaya, Rabu.

    Ikhsan saat dikonfirmasi membenarkan surat edaran yang meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hari tersebut. "Benar, ada surat edaran itu," katanya.

    Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser juga membenarkan surat edaran tersebut dan menjelaskan diliburkannya kegiatan belajar mengajar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    "Iya benar besok (diliburkan) satu hari. Karena besok ada demo besar dan untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, termasuk mengantisipasi macet di mana-mana karena anak-anak juga dijemput," katanya.

    Menurut dia, meski diliburkan, siswa SD sampai SMP tetap diberi tugas untuk dikerjakan di rumah.

    Di sisi lain, siswa SMK di Surabaya berencana mengikuti unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya.

    Kepala SMKN 2 Surabaya, Djoko Pratmodjo dikonfirmasi mengatakan pihaknya mendapatkan seruan aksi siswa SMK untuk demo bersama pendemo lainnya. "Kalau mau ikut silakan. Tapi jangan sampai anarkis. Hindari ring satu. Jam 17.00 sore harus pulang. Saya juga mengerahkan petugas tatib dari OSIS dari jarak jauh," katanya.

    Banyak pengamat menilai fenomena demonstrasi mahasiswa dan pelajar sekarang  menjungkirkan pandangan umum tentang generasi milenial yang terkesan cuek.  Ternyata  generasi milenial tidak apatis terhadap persoal bangsa.

     ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.