Komisi Hukum DPR Sebut Wakil Ketua KPK Bicara Bak Aktivis LSM

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif memberikan penjelasan mengenai OTT ketum PPP Romahurmuziy pada saat Konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019. TEMPO/ Muhammad Fadhlan

    Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif memberikan penjelasan mengenai OTT ketum PPP Romahurmuziy pada saat Konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019. TEMPO/ Muhammad Fadhlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR Arsul Sani menyindir Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif.

    Dia menyampaikannya dalam forum fit and proper test Calon Pimpinan KPK Alexander Marwata, yang kini masih menjabat Wakil Ketua KPK, di Gedung DPR hari ini, Kamis, 12 September 2019.

    Arsul, yang kader PPP, menanggapi komentar Laode M. Syarif di Twitter. Menurut dia, Syarif tak sepantasnya bicara seperti itu. Dia menilai gaya bicaranya bak aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).

    "Bapak adalah pejabat negara. Ukurannya gampang Pak, dia bicara seperti aktivis LSM apa enggak. Ada kesantunannya apa enggak," kata Arsul.

    Arsul lantas menyinggung cuitan Syarif di Twitter beberapa hari lalu. Syarif mencuit bahwa KPK berada di bawah ancaman.

    Berikut kutipan cuitan Syarif di Twitter yang dikritik oleh Arsul Sani:

    "Dear @UNODC friends our beloved child @KPK_RI is UNDER ATTACK from its own mother, the Parliament of Indonesia @DPR_RI & our beloved PRESIDENT @jokowi is doing NOTHING to STOP this senseless Attack. Indonesia is BEGGING you pak @jokowi to STOP this mayhem. SHOW YOUR LEADERSHIP"

    (Kepada @UNODC (lembaga PBB di bidang obat-obatan dan kejahatan), anak kesayangan kita @KPK_RI di bawah ancaman dari sang ibu, @DPR_RI dan Presiden tercinta kami Jokowi tak melakukan apa pun untuk menyetop serangan tak beradab ini. Indonesia memohon dengan sangat agar Pak @jokowi menghentikan penganiayaan ini. Tunjukkan kepemimpinan Anda.)

    Arsul menilai cuitan itu tak patut ditulis Syarif yang notabene pejabat negara.

    "Saya agak concern ketika ada pimpinan KPK mengatakan KPK under attack, twitnya bilang pemerintah dan DPR tidak beradab. Saya kira tidak pas," kata dia.

    Menurut dia, barangkali ada baiknya pimpinan KPK terpilih nanti disekolahkan terlebih dulu ke sekolah kepribadian John Robert Powers. Tujuannya, para pimpinan KPK nantinya lebih santun berbicara di publik.

    "Tapi saya mengapresiasi Bapak (Alexander Marwata) karena tidak pernah ber-statement seperti itu," kata Sekretaris Jenderal PPP tersebut dalam forum uji kelayakan Capim KPK di Gedung DPR.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.