Gagal Cokok Tersangka Kerusuhan Papua, Ini yang Ditemukan Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pertokoan dan rumah warga yang hagus terbakar di Entrop, Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Kondisi Kota Jayapura mulai kondusif pascaunjuk rasa warga Papua pada Kamis 29 Agustus lalu. ANTARA

    Kondisi pertokoan dan rumah warga yang hagus terbakar di Entrop, Kota Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Kondisi Kota Jayapura mulai kondusif pascaunjuk rasa warga Papua pada Kamis 29 Agustus lalu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jayapura Kota tidak menemukan tersangka kerusuhan Papua dan Papua Barat serta narapidana Lapas Abepura yang kabur, dalam penggeledahan yang dilakukan di Asrama Rusunawa Musa Hisage, Distrik Heram, Jayapura Papua, Senin, 9 September 2019. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita senjata tajam seperti tombak, sabit, kampak, parang, panah beserta busur.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Asrama Musa Hisage dicurigai jadi tempat persembunyian dan tempat menampung motor hasil curian. Tersangka kerusuhan di Papua dan Papua Barat kini berjumlah 85 orang. "Dua puluh di antaranya masih buron." Dedi menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Senin, 9 September 2019. 

    Polisi menugaskan 500 anggotanya untuk penggeledahan itu. Sempat terjadi bentrok antara personel kepolisian dengan Ketua Asrama Rusunawa Musa Hisage ketika penggeledahan akan dimulai. Para penghuni menanyakan surat penggeledahan serta maksud dan tujuan kepada ratusan personel itu, namun akhirnya diperbolehkan.

    Sebelumnya, polisi juga menggeledah Rusunawa Universitas Cenderawasih (Uncen), di distrik yang sama yakni Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Rusun itu diduga ditempati dua tersangka aktor intelektual kerusuhan Papua yakni FBK dan AG. Rusun itu, kata Dedi, diduga digunakan kedua tersangka untuk mendesain aksi kerusuhan.

    Dari penggeledahan ditemukan fakta bahwa kerusuhan di Jayapura, Papua tidak terjadi secara spontan. “Ada yang mendesain kerusuhan itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.