Pemerintah dan DPR Dianggap Berkonspirasi Lemahkan KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Utut Adianto (kanan selaku Pimpinan Sidang bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat menerima draft pandangan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Utut Adianto (kanan selaku Pimpinan Sidang bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat menerima draft pandangan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 September 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhammad Syarif menganggap pemerintah dan DPR telah berkonspirasi untuk melemahkan lembaganya lewat revisi Undang-Undang KPK. Di satu sisi, kata dia, pemerintah dan DPR selalu bersuara soal penguatan KPK.

    "Mereka berkonspirasi melemahkan KPK secara diam-diam," kata Syarif, dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 September 2019.

    Syarif mengatakan lembaganya tidak membutuhkan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Syarif justru menyindir langkah DPR yang membahas rancangan UU ini secara diam-diam.

    "Pembahasan Revisi UU KPK yang secara diam-diam menunjukkan DPR dan pemerintah tidak mau berkonsultasi dengan masyarakat yang diwakilinya," ujar Syarif.

    Rapat paripurna DPR hari ini mengesahkan pembahasan RUU KPK. Dalam rancangan itu ada sejumlah poin krusial yang dianggap dapat melemahkan KPK. Di antaranya mengenai perubahan status kepegawaian para pegawai KPK menjadi PNS.

    Selain itu juga soal kewenangan penyadapan, pembentukan Dewan Pengawas, KPK tunduk pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, peralihan pelaporan LHKPN, serta kewenangan KPK untuk menghentikan perkara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.