Pesan Capim KPK Firli Kepada DPRD Soal Suap

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektur Jenderal Firli Bahuri, Selasa siang berbicara dihadapan puluhan calon anggota DPRD terpilih dari 4 daerah di Sumatera Selatan. Dikesempatan tersebut, Kapolda Sumsel ini mengingatkan agar para wakil rakyat ini untuk menjauhi praktik korupsi. Parliza Hendrawan

    Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektur Jenderal Firli Bahuri, Selasa siang berbicara dihadapan puluhan calon anggota DPRD terpilih dari 4 daerah di Sumatera Selatan. Dikesempatan tersebut, Kapolda Sumsel ini mengingatkan agar para wakil rakyat ini untuk menjauhi praktik korupsi. Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK), Inspektur Jenderal Firli Bahuri, meminta agar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari 4 kabupaten di Sumatera Selatan menghindari suap.

    "Saya minta tolong betul jangan ada lagi uang ketok palu itu," kata Firli yang juga Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ketika berbicara di hadapan anggota DPRD provinsi tersebut pada Rabu, 4 September 2019. 

    Firli mengatakan berdasarkan pengalaman banyak kasus korupsi yang berpangkal dari pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBD perubahan.

    Selain uang ketok palu, Firli juga mengingatkan para anggota dewan dan eksekutif untuk menjauhi praktik jual beli jabatan di pemerintahan serta permainan fee dalam proyek tertentu.

    Selama ini KPK sering melakukan operasi tangkap tangan terkait dengan ketiga perihal tersebut. Contoh terbaru, Senin lalu KPK berhasil menangkap 4 orang termasuk Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam kasus suap proyek pada dinas Pekerjaan Umum. "Ini bukan kampanye sebagai Capim KPK," ujar Firli disambut gelak tawa hadirin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.