Lenis Kogoya Minta Semua Kepala Suku Papua Mundur dari Jayapura

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya, saat konferensi pers terkait insiden mahasiswa di Surabaya dan kerusuhan Manokwari, di Jakarta Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya, saat konferensi pers terkait insiden mahasiswa di Surabaya dan kerusuhan Manokwari, di Jakarta Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya, mengatakan sudah meminta para kepala suku untuk mundur dari aksi unjuk rasa di Jayapura. "Pagi tadi saya sudah pesan kepada masyarakat di sana, masing-masing kepala suku saya suruh mundur semua," kata Lenis di kantornya, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Lenis mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kapolres Jayapura untuk menjemput mereka. Peserta unjuk rasa itu menginap di Kantor Gubernur Papua dan berharap bisa bertemu gubernur. Lenis mengaku meyakinkan mereka agar mau pulang karena Gubernur Papua Lukas Enembe sedang tidak berada di Papua.

    "Akhirnya koordinasi dengan Kapolres Jayapura bergerak untuk arah Sentani sudah dijemput satu per satu mobilnya sudah diangkut. Jadi mungkin sebentar lagi khususnya Kota Jayapura kondusif lagi," kata Ketua Lembaga Masyarakat Adat itu.

    Kondisi Jayapura saat ini, menurut Lenis Kogoya, sudah mulai kondusif setelah peserta unjuk rasa pulang. Selain itu, di Kabupaten Deiyai juga sudah mulai aman setelah kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Aksi unjuk rasa yang digelar di Jayapura, Papua pada Kamis kemarin membuat ibu kota provinsi itu lumpuh. Suasana juga dikabarkan mencekam. Pusat pertokoan dan perkantoran ditutup sejak pukul 12.30 WIT. Kantor Majelis Rakyat Papua dibakar massa. Beberapa kantor lainnya juga dirusak massa.

    Aksi unjuk rasa menyebar hampir di seluruh wilayah Papua selama dua pekan terakhir ini. Mereka mengecam tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Massa bahkan ada yang menuntut referendum kemerdekaan Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.