Minggu, 22 September 2019

Polri Jelaskan Penyebab 2 Warga Sipil Meninggal di Deiyai Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Papua mengecat tubuhnya dengan bendera Bintang Kejora saat menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019. Pembukaan kembali akses internet di Papua menjadi salah satu tuntutan mereka. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa Papua mengecat tubuhnya dengan bendera Bintang Kejora saat menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019. Pembukaan kembali akses internet di Papua menjadi salah satu tuntutan mereka. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menyebut dua warga sipil meninggal dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Deiyai, Papua pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    "Semua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Enarotali untuk mendapatkan perawatan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal melalui keterangan tertulis pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    Berdasarkan data dari kepolisian, satu penduduk terkena tembakan di kaki dan meninggal di Rumah Sakit Enarotali. Satu orang lainnya meninggal terkena panah di perut di halaman kantor Bupati Deiyai. Sementara itu, seorang anggota TNI tewas setelah tertancap panah.

    Selain korban tewas, seorang personel TNI, seorang personel Brimob, serta tiga personel Samapta Polres Paniai terkena luka panah. Saat ini, kelima korban juga dirawat di rumah sakit. 

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, bentrok terjadi akibat dari tuntutan penandatanganan referendum pada Bupati Deiyai oleh 150 pengunjuk rasa. 

    Ratusan peserta itu sempat diajak bernegosiasi oleh aparat TNI dan Polri di lokasi. Namun, kata Dedi, saat negosiasi berlangsung, bentrok pun pecah. 

    "Muncul kurang lebih sekitar ribuan masyarakat dari berbagai macam penjuru dengan membawa senjata tajam dan panah, langsung melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan," ujar Dedi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 28 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe