Selasa, 24 September 2019

Lukman Edy Ungkap Konflik Karding dkk vs Cak Imin

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (keempat kiri), Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dimyati Rois (keempat kanan), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (ketiga kiri), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kiri), Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kedua kanan), Menpora Imam Nahrawi (kanan), Ulama Manarul Hidayat (kedua kiri) dan Ulama Abdul Gofur (ketiga kanan) berfoto saat penutupan Muktamar PKB 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu, 21 Agustus 2019. ANTARA/Fikri Yusuf

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin (keempat kiri), Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dimyati Rois (keempat kanan), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (ketiga kiri), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kiri), Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kedua kanan), Menpora Imam Nahrawi (kanan), Ulama Manarul Hidayat (kedua kiri) dan Ulama Abdul Gofur (ketiga kanan) berfoto saat penutupan Muktamar PKB 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu, 21 Agustus 2019. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Ketua DPP PKB Lukman Edy mengungkap konflik yang terjadi antara kelompok Abdul Kadir Karding dkk dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, hingga akhirnya mereka tersingkir dari Dewan Pimpinan Pusat Partai.

    Lukman mengakui, pangkal konflik keduanya bermula pada proses penetapan calon presiden dan calon wakil presiden 2019. Santer terdengar kabar, Karding berperan dalam menggagalkan poros ketiga yang hendak dibentuk Cak Imin ketika itu.

    "Konflik berujung ke pemecatan Karding sebagai Sekjen," ujar Lukman Edy kepada Tempo, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Setelah dipecat menjadi Sekjen, Karding menjabat Ketua DPP dan aktif di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Dia mendapat posisi penting sebagai Ketua Tim Advance TKN. Tim ini bertugas mengkondisikan lokasi tempat Jokowi akan berkampanye. Terlalu aktif di TKN, ujar Lukman, konflik Karding dan Cak Imin berlanjut.

    "Karding dituduh terlalu mengatur TKN. Kemudian ada upaya mengganti Karding dari TKN, tapi tidak berhasil," ujar Lukman.

    Konflik itu pun berimbas kepada orang-orang terdekat Karding. Kader PKB yang aktif di TKN, dianggap pendukung Karding. Lukman Edy merupakan salah satu yang aktif, dia menjabat sebagai Direktur Saksi Kampanye TKN.

    Selain Karding dan Lukman Edy, bekas sekjen lainnya, seperti Imam Nahrawi dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini juga tersingkir dari kepengurusan DPP PKB yang baru. "Kami dianggap gerombolan pemberontak. Ini benar-benar pembersihan," ujar Lukman Edy.

    Muhaimin Iskandar sebelumnya membantah keputusannya memecat Karding dari sekjen PKB akibat konflik internal. Dia justru menggeser posisi Karding di PKB agar bisa bekerja optimal di TKN Jokowi-Ma’ruf.

    “Justru semua tugas di bidang internal sudah tuntas, maka Karding kami eksplorasi keluar,” kata Cak Imin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Oktober 2018 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.