Minggu, 15 September 2019

Soal Bintang Kejora, Moeldoko Anggap Ada yang Manfaatkan Situasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Seskab Pramono Anung (kiri) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (tengah) mengikuti rapat terbatas persiapan KTT Asean dan KTT G20 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Seskab Pramono Anung (kiri) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (tengah) mengikuti rapat terbatas persiapan KTT Asean dan KTT G20 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pengibaran Bendera Bintang Kejora dilakukan suatu kelompok tertentu. Mereka memanfaatkan situasi kericuhan di Papua.

    "Saya pikir itu memang ada kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi itu. Jelas itu siapa mereka, jelas," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Pengibaran Bendera Bintang Kejora sebelumnya dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kepala Kepolisian Sektor Fakfak Ajun Komisaris Besar Deddy Four Millewa mengatakan aksi tersebut menyulut kericuhan pada Rabu pagi kemarin.

    Untungnya, kata Moeldoko, masyarakat setempat sadar dan tidak masuk dalam skenario kelompok yang mengibarkan bendera tersebut. "Ada kesadaran masyarakat Papua bahwa sebagian besar tidak ingin situasi itu menjadi buruk," kata dia.

    Selain itu, Moeldoko menuturkan pejabat daerah juga bijaksana dalam meredakan situasi. Misalnya, permintaan maaf yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Gubernur Papua Lukas Enembe mengenai peristiwa penyerangan terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.