JK Berharap Masyarakat Papua Mau Terima Permintaan Maaf

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) melakukan hormat saat menjadi Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74 Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 17 Agustus 2019. Peringatan HUT RI tersebut mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) melakukan hormat saat menjadi Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74 Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 17 Agustus 2019. Peringatan HUT RI tersebut mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap masyarakat Papua bisa menerima permintaan maaf dari kepala daerah di Jawa Timur pasca insiden dengan mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu. JK mengatakan penerimaan itu bisa mendinginkan suasana yang memanas di Papua.

    JK merujuk pada permintaan maaf dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terhadap tindakan diskriminatif dan rasis yang dilakukan di wilayahnya. Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwo, yang diduga mengeluarkan pernyataan kontroversial terhadap mahasiswa asal Papua, juga telah meminta maaf.

    "Jadi apa yang diharapkan sudah selesai. Jadi karena itu masyarakat di Papua kami harapkan dapat menerima, penyesalan dan permintaan maaf dari masing-masing yang berbuat salah," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Tindakan diskriminatif dan rasis yang diterima mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang telah memicu gelombang protes. Bahkan aksi demonstrasi di Manokwari dan Kota Sorong bahkan hingga Jayapura berakhir dengan kerusuhan.

    "Kami prihatin dan menyesalkan kejadian di beberapa kota. Kejadian di Surabaya, Malang, Manokwari, Sorong, Jayapura. Kami harap ini akan cooling down," kata JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.