Selasa, 24 September 2019

Wali Kota Banda Aceh: Kegiatan Stop 10 Menit Jelang Waktu Salat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (ketiga kanan) bersama tokoh agama dan masyarakat menabur bunga di kuburan massal korban tsunami 26 Desember 2017 seusai menggelar doa dan zikir bersama  pada peringatan 13 tahun tsunami di Banda Aceh, Aceh, 26 Desember 2017. Bencana ini mengakibatkan 230.000 jiwa meninggal dan puluhan ribu bangunan rusak di 13 negara terdampak. ANTARA

    Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (ketiga kanan) bersama tokoh agama dan masyarakat menabur bunga di kuburan massal korban tsunami 26 Desember 2017 seusai menggelar doa dan zikir bersama pada peringatan 13 tahun tsunami di Banda Aceh, Aceh, 26 Desember 2017. Bencana ini mengakibatkan 230.000 jiwa meninggal dan puluhan ribu bangunan rusak di 13 negara terdampak. ANTARA

    TEMPO.CO, Banda Aceh- Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengimbau masyarakat menghentikan segala aktivitas menjelang waktu ibadah salat. Penghentian dilakukan masing-masing 10 menit sebelum azan salat lima waktu berkumandang dan 30 menit sebelum azan salat Jumat.

    Imbauan itu tertuang dalam Surat Imbauan nomor 451/0923 tanggal 31 Juli 2019 tentang Menghentikan Aktivitas Muamalah Menjelang Azam Berkumandang. "Kita sudah keluarkan, sepuluh menit sebelum azan itu sudah ditutup. Kita imbau semua masyarakat, saat waktu salat maka dapat mengutamakan salat," ujar Aminullah Usman, Senin petang, 19 Agustus 2019.

    Dalam salinan surat imbauan yang diperoleh Tempo, aturan itu dilatarbelakangi Pasal 7, 8, 9 dan 11 Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

    Selain pengaturan batas waktu penghentian aktivitas, imbauan berisi enam poin tersebut juga menginstruksikan kepada seluruh masyarakat di Banda Aceh untuk tidak melayani pelanggan, nasabah atau konsumen selama waktu ibadah salat. Tempat usaha diharapkan menutup dagangannya dengan tirai atau sejenisnya dan memberi tanda khusus yang mudah dipahami.

    Seluruh masjid, musala, meunasah, badan usaha, kantor dan lembaga pendidikan lain juga diwajibkan memberi informasi jika waktu salat segera tiba. Sehingga masyarakat yang sedang beraktivitas dapat rehat sejenak. Kecuali dalam tindakan darurat medis dan bencana.

    Meski mulai diterapkan, namun Aminullah mengatakan belum akan menerapkan sanksi bagi yang melanggar. "Baru kita luncurkan beberapa hari lalu, ini masih sosialisasi. Jadi belum ada sanksi, karena peraturan itu kan kita terapkan, kita awali dengan sosialiasi dulu. Setelan itu secara bertahap kita tingkatkan lagi," ujar Aminullah.

    Pria yang akrab disapa Bang Carlos ini yakin  penerapan imbauan tidak akan berdampak negatif. Utamanya, tidak akan mengurangi omset masyarakat yang berdagang. Musababnya, Aminullah yakin selain berusaha, kedekatan kepada Tuhan dapat memperlancar rezeki.

    "Kita lihat betapa besarnya (usaha) kalau kita pergi ke Mekkah, mereka semua tutup (saat waktu salat). Tapi dagangan mereka tidak menurun, justru bertambah. Itu karena kedekatan mereka dengan yang menciptakannya, yaitu dengan Allah," ucap Aminullah.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.