HUT RI ke-74, Istri Menhan Ryamizard Juara 3 Pakai Adat Terbaik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri-kanan) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, tokoh NU Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam dialog Pancasila di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 12 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    (Kiri-kanan) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, tokoh NU Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam dialog Pancasila di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 12 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengumumkan juara pakaian adat terbaik seusai upacara peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka dalam rangka HUT RI ke-74, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    "Pertama kita berterima kasih bahwa para hadirin mengenakan pakaian daerah masing-masing. Dan berdasarkan penilaian juri dimana bapak-bapak ibu-ibu yang masuk ke wilayah Istana Presiden maka di sini saya diminta mengumumkan hasil dari penilaian juri siapa pemenang pakaian daerah terbaik," kata JK.

    JK mengumumkan terlebih dulu juara ketiga pakaian terbaik, yaitu Nora Tristyana yang merupakan istri dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Nora mengenakan pakaian adat Lampung berwarna putih, lengkap dengan sunting berukuran besar.

    Kemudian, juara kedua pakaian terbaik jatuh kepada Haji Bahrul yang mengenakan pakaian adat Kalimantan. Selanjutnya, juara pertamanya adalah Khadida yang mengenakan pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur.

    Ketiga pemenang selanjutnya maju ke depan untuk menerima sepeda. Hadiah tersebut langsung diberikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada masing-masing juara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?