Tersangka Jual Beli NIK Pernah Berhenti Sebelum Mulai Akasi Lagi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tasikmalaya bersiap memusnahkan KTP Elektronik di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin 17 Desember 2018. Pemusnahan KTP Elektronik ini untuk mengatsipasi penyalahgunaan dan berdasarkan data Dukcapil sebanyak 10 ribu warga Kabupaten Tasikmalaya belum melakukan perekaman KTP Elektronik. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Petugas Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tasikmalaya bersiap memusnahkan KTP Elektronik di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin 17 Desember 2018. Pemusnahan KTP Elektronik ini untuk mengatsipasi penyalahgunaan dan berdasarkan data Dukcapil sebanyak 10 ribu warga Kabupaten Tasikmalaya belum melakukan perekaman KTP Elektronik. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka penjual data kependudukan dan rekening melalui situs dan aplikasi perpesanan berinisial C (32) pernah berhenti sebelum akhirnya kembali melakukan aksi kriminal itu.

    "Dia sekitar dua tahun yang lalu kemudian dia berhenti dan beberapa bulan kemarin dia melakukan lagi," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Asep Safrudin di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

    Asep menuturkan tersangka tidak mempunyai pekerjaan tetap, sementara dari jual beli data pribadi ia dapat meraup setidaknya Rp250 ribu dalam sehari.

    Berdasarkan keterangan tersangka, diketahui ia bekerja dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang, dua lainnya yang sudah teridentifikasi masih dalam pengejaran.

    Kelompok itu menawarkan jasa melalui laman temanmarketing.com serta aplikasi perpesanan. Asep mengatakan kelompok itu berbeda dengan jual beli serupa dreammarket official.

    Ia mengancam pelaku tindakan kriminal serupa untuk menghentikan aksi jual beli data pribadi karena terus mendalami kasus tersebut.

    "Segera hentikan karena sekali lagi kami tidak berhenti di sini, tetapi kami akan terus mengejar yang modus operandinya sama atau pun modus-modus lain dengan tujuan menjual data pribadi orang lain, data perbankan, data elektronik lainnya," tutur Asep.

    Masyarakat pun diimbau untuk menjaga kerahasiaan data pribadi seperti NIK, KK, data perbankan dan nomor kartu kredit dan tidak mudah memberikan kepada orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.