Aliansi Mahasiswa Papua Bentrok dengan Warga Kota Malang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerusuhan. Getty Images

    Ilustrasi kerusuhan. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang terlibat bentrok dengan warga sekitar Jalan Basuki Racmat. Sejumlah korban terluka dari kedua belah pihak.

    Hingga berita ini turun, belum ada identifikasi identitas yang terluka. Terjadi saling lempar batu dari kedua belah pihak. Bentrok menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Basuki Rachmat Kota Malang macet.

    Bentrok dimulai ketika sekelompok orang menghadang aksi mahasiswa asal Papua yang tengah berjalan dari Stadion Gajayana Malang menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. AMP tengah menggelar aksi peringatan 57 tahun perjanjian New York. Mereka berorasi sepanjang jalan.

    Tiba-tiba massa AMP berjumlah sekitar 30 an orang dihentikan sekelompok orang. Mereka kontra terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa Papua tersebut. "Saling lempar batu. Ada yang kejar-kejaran," kata saksi mata M. Ahwan.

    Puluhan personil polisi dan TNI kemudian turun ke lokasi bentrok. Sejumlah mahasiswa Papua diangkut truk polisi. Sedangkan korban terluka diangkut ambulans ke Rumah Sakit.

    Kepala Kepolisian Resor Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Asfuri menjelaskan aksi mahasiswa berpotensi memicu gesekan dengan warga. Ternyata, dugaan Asfuri benar. Ada kelompok warga yang terprovokasi yang saling bentrok.

    Asfuri membenarkan aliansi mahasiswa Papua mengirim surat pemberitahuan aksi. Namun polisi tak membalas surat tersebut. Artinya, katanya, polisi tak mengeluarkan izin unjukrasa. Lantaran beberapa pertimbangan tak diizinkan aksi tersebut.

    "Dalam surat menyertakan isu kemerdekaan. Keputusan kami, tak ada izin aksi tersebut," kata Asfuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.