Perubahan Prananda di Kongres PDIP: Suka Ngumpet-Teriak Merdeka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani dan Prananda Prabowo meneriakan yel-yel usai penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengumumkan dan melantik 27 orang pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024. TEMP/Johannes P. Christo

    Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani dan Prananda Prabowo meneriakan yel-yel usai penutupan Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 10 Agustus 2019. Megawati Soekarnoputri mengumumkan dan melantik 27 orang pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024. TEMP/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Prananda Prabowo ujug-ujug berdiri ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan namanya menjadi ketua bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital partai dalam Kongres V partai tersebut pada 9 Agustus 2019 di Bali.

    Prananda yang duduk di barisan paling depan berdiri dan berbalik ke arah kader lain yang duduk di barisan belakang sambil mengepalkan tangan. Ia berteriak, "Merdeka." Teriakan ini disambut pekikan yang sama dari para kader lainnya.

    Prananda Prabowo tampil jauh berbeda dalam acara Kongres V PDIP yang digelar 8-10 Agustus lalu di Bali. Putra Megawati itu tampak sudah mulai terbiasa tampil di publik.

    Sikap Prananda ini sangat berbeda dengan Kongres IV PDIP 2015 lalu. Ketika itu, pria yang akrab disapa Nanan itu ini hanya menunduk dan tersipu tatkala diledek Megawati dalam pengumuman pengurus baru 2015-2020.

    "Prananda ini anaknya suka ngumpet," kata Mega di kongres IV PDIP di Bali, empat tahun lalu. Ledekan Mega ketika itu terbukti, Prananda menghilang di tengah kerumunan peserta kongres yang memberi selamat kepada pengurus baru kala itu.

    Dalam Kongres V PDIP, Nanan lebih terbuka. Dia mau meladeni pertanyaan wartawan kendati hanya setengah menit. Ia menjawab pertanyaan wartawan tentang bagaimana akan menjalankan tugas sebagai Ketua DPP ke depan. 

    "Pada prinsipnya, secara keseluruhan kami sebagai partai pelopor itu akan solid bergerak untuk mewujudkan Indonesia Raya," ujar dia singkat, kemudian berlalu. Nanan juga memberikan sejumlah suvenir, seperti beberapa buku Bung Karno dan Megawati, kepada wartawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.