Sembilan Pembajak Kapal Taiwan Diperiksa Polairud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manado:Sembilan tersangka pembajak kapal ikan Taiwan Kao Shuen 66 diperiksa Kepolisian Air dan Udara (Polairud), Bitung, Sulawesi Utara. Para tersangka ditangkap di Pelabuhan Sorong, Papua dan dibawa ke Bitung Kamis (16/1), pekan lalu. "Bukti-bukti berupa barang elektronik, peralatan komunikasi, dan fasilitas kapal lainnya," kata Sekretaris Dinas Penerangan Kepolisian Daerah Sulut Ajun Komisaris Wilson Damanik, Sabtu (18/1). Sembilan pembajak yang menjalani pemeriksaan adalah Yan (37 tahun), Piter (50), Jamal (25), Denny (28), Ade (46), Buang (37), Erwin (27), Tony (36) dan Fentje (29). Ratusan ton ikan, kata Wilson, diduga telah dijual di tengah laut. Polisi masih mengejar tersangka lainnya yang terlibat pembajakan kapal 27 Desember tahun lalu itu. Pembajakan ini dilakukan dengan menggunakan speadboat yang bertolak dari perairan Wori, Kabupaten Mnahasa. Menurut dia, polisi sedang mengembangkan penyelidikan tentang keterlibatan warga Singapura dalam pembajakan kapal berbendera Taiwan itu. Saat ini, kata Kepala Polda Sulut Brigadir Jenderal John Lalo, motif pembajakan masih persoalan ekonomi. "Motifnya ekonomi, karena lapar," ujarnya. John mengatakan, setelah mendapat laporan terjadi pembajakan kapal Taiwan di perairan antara Manado dan Biaro, Kepulauan Sangihe, polisi perairan langsung mengadakan penyelidikan dan pengejaran. Untuk pengamanan laut, Polda Sulut mengedepankan polisi perairan yang berpangkalan di Tandurusa Bitung. Pangkalan ini hanya didukung lima unit kapal tipe C. Kapal Taiwan yang mengangkut ikan itu lalu menuju Sorong. Polisi mengejar sampai ke Sorong dan bekerja sama dengan Polda Papua. Karena sarana di perairan minim, tak dapat langsung mengejar kapal itu. Ketika kapal merapat di Pelabuhan Sorong, polisi membekuk para pembajak yang semuanya warga Sulut itu. Kepala Polri Jenderal Dai Bachtiar, mengatakan, penyelundupan manusia, barang dan ikan di perbatasan Filipina Selatan telah menjadi perhatian polisi. Pihak kepolisian akan meningkatkan kemampuan personil dan peralatan di perbatasan karena adanya penyelundupan senjata, bahan peledak dan ikan. Kepala Satuan Polisi Perairan yang dipegang polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar akan ditingkatkan menjadi Komisaris Besar. "Peralatan perairan akan ditambah," ujarnya. (Verrianto Madjowa-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H