Sepanjang 2019, Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di 28 Provinsi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantauan dari udara kebakaran lahan gambut di kawasan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin, 5 Agustus 2019. ANTARA

    Pantauan dari udara kebakaran lahan gambut di kawasan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin, 5 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi malu pergi ke Malaysia dan Singapura gara-gara asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat memberi pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    "Saya kadang-kadang malu. Minggu ini saya mau ke Malaysia dan Singapura. Tapi, saya tahu minggu kemarin sudah jadi headline, jerebu masuk lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa, ternyata asap," kata Jokowi.

    Selama empat tahun terakhir, masalah kebakaran hutan memang sudah mereda. Terakhir kebakaran hutan hebat terjadi pada 2015. Kala itu kebakaran hutan mencapai luas 2,6 juta hektar atau setara 32 kali wilayah Jakarta. Pada 2019, kebakaran hutan kembali terjadi di 28 provinsi. Berikut adalah wilayah yang mengalami kebakaran hutan selama 2019:

    -6 Provinsi Darurat Kebakaran Hutan
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan enam provinsi di Indonesia masuk kategori siaga darurat kebakaran hutan. Keenam provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, enam provinsi dinyatakan siaga darurat karena sebagian wilayahnya berupa lahan gambut yang rentan terbakar. "Sejatinya Karhutla tidak hanya terjadi di enam provinsi tadi," kata Agus saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 31 Juli 2019.

    -Jawa Timur
    Kebakaran hutan juga melanda wilayah hutan Gunung Arjuno, Welirang dan Panderman di Jawa Timur. Selama dua pekan, api melalap 2.452 hektar kawasan hutan di Gunung Panderman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur menyatakan kebakaran ini akibat ulah manusia.

    Menurut BPBD, api di tiga kawasan wisata itu sudah bisa dipadamkan pada Selasa, 6 Agustus 2019. Kendati demikian, BPBD masih menyiagakan helikopter dan personel bila sewaktu-waktu kembali muncul api di tiga wilayah itu.

    -Dieng
    Kebakaran hutan terjadi di Gunung Pakuwojo di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin, 29 Juli 2019. Berdasarkan catatan Pusat Pengendali Data dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, kebakaran hutan milik Perhutani tersebut terjadi pada petak 7-4. Luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektar.

    -Data KLHK
    Menurut data dari aplikasi pendeteksi kebakaran dini hutan bernama Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan yang melanda Indonesia hingga bulan ini mencapai 135.749 hektar. Berikut adalah rinciannya:

    1. Aceh 480 hektar
    2. Bengkulu 2 hektar
    3. Gorontalo 28 hektar
    4. Jambi 34 hektar
    5. Jawa Tengah 9 hektar
    6 Jawa Timur 2.452 hektar
    7. Kalimantan Barat 3.315 hektar
    8. Kalimantan Selatan 4.670 hektar
    9. Kalimantan Tengah 3.618 hektar
    10. Kalimantan Timur 4.430 hektar
    11. Kalimantan Utara 859 hektar
    12. Kepulauan Riau 4.970 hektar
    13. Lampung 69 hektar
    14. Maluku 729 hektar
    15. Maluku Utara 454 hektar
    16. NTB 1.755 hektar
    17. NTT 71.712 hektar
    18. Papua 2.851 hektar
    19. Papua Barat 90 hektar
    20. Riau 30.065 hektar
    21. Sulawesi Barat 195 hektar
    22. Sulawesi Selatan 441 hektar
    23. Sulawesi Tengah 216 hektar
    24. Sulawesi Tenggara 490 hektar
    25. Sulawesi Tenggara 513 hektar
    26. Sumatera Barat 145 hektar
    27. Sumatera Selatan 468 hektar
    28. Sumatera Utara 689 hektar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.