5 Fakta Seputar Gempa Banten Magnitudo 7,4

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dari persisir pantai mengungsi setelah terjadi gempa bumi di Kampung Mancak, Serang, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Menurut keterangan pihak BMKG gempa bermagnitudo 7,4 ini berpotensi menimbulkan tsunami. ANTARA/Weli Ayu Rejeki

    Sejumlah warga dari persisir pantai mengungsi setelah terjadi gempa bumi di Kampung Mancak, Serang, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Menurut keterangan pihak BMKG gempa bermagnitudo 7,4 ini berpotensi menimbulkan tsunami. ANTARA/Weli Ayu Rejeki

    3. Penyebab gempa

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengatakan penyebab gempa kemungkinan akibat asosiasi dari aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama PVMBG Agung Pribadi mengatakan kesimpulan ini diambil setelah menganalisis lokasi pusat guncangan dan kedalamannya.

    Agung menjelaskan, pusat gempa berada di laut. Wilayah yang berdekatan dengan pusat guncangan adalah wilayah pesisir selatan Banten, Jawa Barat dan Lampung yang pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dapat bersifat memperkuat efek guncangan.

    4. Data kerusakan sementara

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat hingga Sabtu, pukul 01.00 WIB, jumlah rumah yang rusak akibat gempa bertambah menjadi 26 unit.

    Puluhan rumah yang rusak tersebut tersebar di 15 kecamatan, yakni Parakansalak, Cikembar, Ciambar, Sagaranten, Cidahu, Nagrak, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Sukaraja, Waluran, Warungkiara, Cireunghas, Cisolok, Cicantayan, dan Ciemas.

    Rumah-rumah itu terdiri dari rusak berat sebanyak tiga unit, rusak ringan 16 unit, dan rusak sedang tujuh unit. Fasilitas lainnya, seperti bangunan majelis taklim di Kampung Sayang, RT 01 RW 01, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja juga rusak akibat gempa tersebut.

    5. Lokasi pengungsian

    Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan warga yang rumahnya rusak berat sementara diungsikan ke tempat tinggal kerabatnya. Daeng mengatakan jumlah warga yang mengungsi karena rumah rusak berat sebanyak sembilan jiwa.

    Antara lain satu keluarga berjumlah empat jiwa warga Kampung Wanamukti RT 02 RW 13, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak. Kemudian satu keluarga beranggotakan tiga jiwa warga Kampung Samelang, RT 01 RW 02, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dan satu keluarga beranggotakan dua jiwa warga Kampung Cihuni, RT 03 RW 07, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas.

    Sebelumnya, Pusdalops BNPB mendata sejumlah 1.000 orang mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung akibat gempa. Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di EX Hotel Lima Enam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.