Anak Buah Risma Tuding Tim Anies Sengaja Menyerang Pribadi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. TEMPO/Bintari Rahmanita-Hilman FW

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. TEMPO/Bintari Rahmanita-Hilman FW

    TEMPO.CO, Surabaya - Humas Kota Surabaya bereaksi keras terhadap cuitan anggota Tim Gubernur DKI Jakarta Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Marco Kusumawijaya, yang menyindir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma.

    Akun Twitter Humas Kota Surabaya pada hari ini, Jumat, 2 Agustus 2019, menanggapi cuitan Marco. Surabaya menilai Marco sudah memasuki ranah pribadi, bukan lagi profesional. "Kami menyesalkan hal tersebut karena menyerang secara personal Wali Kota Surabaya," tulis akun tersebut.

    Anggota Staf Humas Kota Surabaya Muhammad Syaraffah membenarkan bahwa akun tersebut berikut cuitannya resmi di bawah pemerintah kota. “Iya, benar,” ucap Syaraffah.

    Melalui akun @mkusumawijaya, anak buah Gubernur DKI Anies Baswedan yang membidangi pengelolaan pesisir tersebut menulis: Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau Jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup salah satunya bisa dipecah menjadi Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sdh lega dg urusan anaknya.

    Komentar Marco berkaitan dengan pernyataan anggota DPRD DKI Bestari Barus di Surabaya yang meminta Risma memimpin Jakarta untuk membereskan banyak masalah, seperti sampah. Risma lantas menanggapi pertanyaan wartawan soal ucapan Bestari dengan menjelaskan pengelolaan sampah di Surabaya. Sedangkan pernyataan Marco lainnya adalah soal putra Risma, Fuad Bernardi, yang beberapa waktu lalu diperiksa Polda Jawa Timur sebagai saksi kasus Jalan Gubeng yang ambles.

    Menjawab pertanyaan pers pada Senin lalu, 30 Juli 2019, Risma mengatakan seharusnya Jakarta lebih mudah mengelola sampah karena punya uang. Ia membandingkan dengan Surabaya yang keuangannya terbatas sehingga dalam mengelola sampah butuh waktu 20 tahun.

    “Sebenarnya (Jakarta) enggak sulit. Dan itu kalau dikelola dengan benar, tidak perlu lahan besar. Saya sudah lihat di Korea, di Jepang, mereka punya lahan kecil dan itu di tengah-tengah. Asal kita disiplin ngolahnya, kita tak perlu takut bau dan sebagainya. Karena itu bisa dikendalikan,” tuturnya.

    Risma bahkan menyatakan siap membantu provinsi yang dihela oleh Anies Baswedan itu jika diminta. Menurut dia, daerah-daerah lain juga sering meminta saran tentang pengelolaan sampah. “Enggak masalah saya."

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.