Pengacara Ragu Tim Teknis Polri Bisa Usut Teror Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Novel Baswedan berharap hasil yang ditemukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sangat signifikan untuk mengungkap pelaku lapangan dan aktor penyerangan terhadap dirinya, yang akan menjadi menjadi tolok ukur apakah kepolisian mampu bekerja sama memberantas korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Novel Baswedan berharap hasil yang ditemukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sangat signifikan untuk mengungkap pelaku lapangan dan aktor penyerangan terhadap dirinya, yang akan menjadi menjadi tolok ukur apakah kepolisian mampu bekerja sama memberantas korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi Novel Baswedan tak berharap banyak pada hasil kerja tim teknis bentukan kepolisian. Anggota tim, Yati Andriyani hanya berharap tim teknis tak menyalahkan Novel seperti dilakukan tim pencari fakta. "Terus terang kami tidak menaruh banyak harapan pada tim teknis ini," kata dia saat dihubungi, Rabu, 31 Juli 2019.

    Tim teknis kasus Novel Baswedan yang dibentuk Polri akan bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim teknis itu akan dipimpin oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis. Sedangkan untuk anggota, akan melibatkan tim interogator, tim surveillance, tim penggalangan, tim Inafis, bahkan Detasemen Khusus 88.

    Tim teknis ini dibentuk berdasarkan rekomendasi dari tim pencari fakta kasus Novel bentukan polri. Hasil pemaparan tim pencari fakta, menduga kasus Novel punya latar belakang dendam. TPF menyebut ada dugaan Novel telah melakukan penggunaan wewenang berlebihan saat menyidik kasus korupsi.

    Polri optimistis tim teknis bisa menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dalam waktu tiga bulan seperti perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Polisi menyatakan kesungguhan pihaknya dalam mengusut kasus ini sudah bisa dilihat sejak awal kejadian.

    Yati meragukan kesungguhan polri dalam mengusut kasus kliennya. Dia mengatakan seharusnya polisi bisa sejak awal membentuk tim teknis, tanpa harus menunggu rekomendasi TPF. Dia menganggap polri terkesan mengulur waktu. "Harusnya kalau mereka independen dan profesional sejak awal dikerahkan dong semuanya yang dimiliki," kata dia.

    Yati berharap tim teknis dapat bekerja sesuai tujuannya, yakni mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Dia bilang jangan sampai tim ini malah kembali menyalahkan kliennya dengan tuduhan penggunaan wewenang secara berlebihan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.