Pengamat Prediksi Karier Politik Dahnil Anzar Bakal Moncer

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Karier politik Dahnil Anzar Simanjuntak diperkirakan bakal melesat setelah resmi ditunjuk sebagai juru bicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, jabatan ini juga bakal menjadi tambahan investasi bagi Dahnil ke depannya.

    "Secara popularitas pasti mendongkrak. Dia (sudah) punya modal sosial dan (kini) modal politik," kata Hendri kepada Tempo, Senin, 29 Juli 2019.

    Menurut Hendri, Dahnil sebenarnya sudah memiliki modal kuat berupa jaringan di akar rumput. Sebab sebelum terjun ke politik, pria berusia 37 tahun itu juga aktif di organisasi pemuda Muhammadiyah, bahkan pernah menjabat sebagai ketua umum.

    Hendri pun menilai modal sosial dan politik ini akan menjadi bekal bagi Dahnil yang sebelumnya disebut-sebut akan maju sebagai calon wali kota Medan di pemilihan kepala daerah serentak tahun depan. Namun untuk menakar elektabilitas, kata dia, perlu dilakukan survei terlebih dulu.

    Dahnil Anzar Simanjuntak baru saja diumumkan sebagai juru bicara Prabowo Subianto. Seiring dengan kabar itu, Dahnil juga mengumumkan dirinya resmi bergabung dengan Partai Gerindra.

    Hendri pun menilai Prabowo membuat suatu tren dengan mendapuk juru bicara pribadi. Kata Hendri, selain Prabowo belum pernah ada satu pun ketua umum partai yang memiliki juru bicara.

    Dahnil Anzar sebelumnya mengaku didorong oleh sejumlah pengurus Partai Gerindra di Medan, Sumatera Utara untuk maju dalam pilkada serentak 2020. Setelah resmi bergabung ke Gerindra, Dahnil mengatakan akan mengikuti apa keputusan Prabowo nantinya.

    "Saya ikut apa pun yang diputuskan Pak Prabowo, apakah harus maju di pilwakot atau tidak," ucapnya, Senin, 29 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.