Ketua GP Ansor Klaim NU Godok Nama Menteri untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan bersama 100.000 banser di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 22 November 2018. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan bersama 100.000 banser di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 22 November 2018. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Malang - Ketua Umum Gerakan Pemuda atau GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan memperoleh informasi bahwa pengurus Nahdlatul Ulama saat ini sedang menggodok nama-nama kandidat menteri yang akan diusulkan kepada Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

    "Yang saya dengar, nama-nama itu sedang digodok untuk posisi mana yang tepat. Soal mengusulkan boleh, karena kami ikut berjuang," kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Ahad, 28 Juli 2019.

    Namun, Yaqut memahami kendati NU bisa mengusulkan calon nama menteri keputusan akhir untuk mengisi kursi tetap menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

    Menurut Yaqut, dalam mengusulkan nama-nama kandidat untuk mengisi kursi kabinet tersebut, bukan hanya dilakukan oleh NU. Namun, partai koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin juga pasti mengajukan nama kandidat.

    "Tapi, sekali lagi, NU tidak dalam posisi mendesak, menekan dan lainnya. Akan tetapi, NU pasti akan mengusulkan nama-nama itu," ujar dia.

    Selama ini, kata Yaqut, NU selalu berjuang bersama dan memberikan dukungan penuh kepada Jokowi - Ma'ruf untuk memenangkan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. diharapkan dalam mengisi kursi kabinet ke depan, Presiden bisa memilih orang-orang yang mumpuni pada bidang masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.