Di Istana Bogor, Pangeran Abu Dhabi Cicipi Salak Hingga Durian

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Bogor - Berkunjung ke Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, Pangeran Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan disuguhi aneka buah. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan buah yang disuguhkan adalah salak, manggis, dan durian.

    Mereka, kata Retno, mencicipi semua buah dan terlihat suka. "Kebetulan yang durian tadi (aromanya) tidak begitu bau, tidak begitu menyengat, ya, jadi oke sih kayaknya," kata Retno di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2019.

    Pangeran Mohamed sempat penasaran dengan buah salak. Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab ini tidak sungkan untuk bertanya. "Tadi tanya ini apaan? Oh, ini namanya Salak, terus ada manggis, kemudian durian," ujarnya.

    Pertemuan bilateral antara Jokowi dan Mohamed bin Zayed berlangsung cukup lama. Keduanya mulai bertemu sejak Presiden Jokowi menyambut sendiri kedatangan Mohamed di Bandar Udara Soekarno Hatta pukul 9.00 tadi. Keduanya menaiki mobil yang sama dan mengunjungi Bundaran Hotel Indonesia terlebih dahulu sebelum tiba di Istana Bogor pukul 10.30.

    Retno menuturkan dalam pertemuan bilateral ini antara pihak Indonesia dan Abu Dhabi menandatangani sembilan nota kesepahaman. Kesepahaman itu antara lain: peningkatan perlindungan investasi, penghindaran pajak berganda, tentang kerja sama industri, kepabeanan, pariwisata, kelautan dan perikanan, pertahanan, kekonsuleran, dan kebudayaan.

    Selain itu ada tiga perjanjian kerjasama yang ditandatangani, yaitu antara Pertamina dengan Adnoc untuk pengembangan kilang di Balikpapan, antara PT Chandra Asri dan Mubadala, dan antara PT Maspion Indonesia DP World Asia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.