Anggota TNI Tewas di Nduga, Wiranto: Itu Sudah Risiko

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, saat menandatangani penyelesaian batas darat (unresolved segments) antara Indonesia dengan Timor Leste, di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, saat menandatangani penyelesaian batas darat (unresolved segments) antara Indonesia dengan Timor Leste, di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto enggan terlalu banyak berkomentar terkait peristiwa penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata di Nduga, Papua, pekan lalu. Penembakan itu menewaskan satu anggota TNI yang sedang berjaga.

    "Dalam rangka operasi di sana, memang risikonya seperti itu," kata Wiranto saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019.

    Kejadian itu terjadi saat TNI sedang mengamankan pembangunan Jalan Trans Papua. Saat sedang beristirahat, secara tiba-tiba kelompok bersenjata yang diperkirakan berjumlah empat sampai lima orang muncul dari semak belukar dan menyerang dari jarak sekitar 300 meter.

    Seorang anggota TNI bernama Prada Usaman Hambela terkena luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan. Ia tewas setelah proses evakuasi terkendala, karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke lokasi hanya dengan helikopter.

    "Sekarang kami terus menyelesaikan masalah itu dengan segala cara agar tidak berkepanjangan," kata Wiranto.

    Ia pun mendoakan keselamatan para prajurit yang sedang bertugas di sana. "Kami beri support ke teman-teman yang bertugas di sana. Tidak mudah, taruhannya nyawa. Kami doakan semoga mereka selamat dalam rangka pembelaan persatuan negeri," kata Wiranto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.