Pangeran Keraton Yogyakarta GBPH Cakraningrat Wafat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Ndalem Prabukusuman Yogya menyambut kedatangan jenazah GBPH Cakraningrat. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Suasana Ndalem Prabukusuman Yogya menyambut kedatangan jenazah GBPH Cakraningrat. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Keraton Yogyakarta Gusti Bendara Pangeran Hario Cakraningrat meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng Jakarta Pusat pukul 20.38 WIB Ahad, 21 Juli 2019.

    Almarhum nerupakan putra kedua dari istri ke 4 Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Kanjeng Raden Ayu (KRA) Ciptamurti yang total memiliki enam putra/putri.

    Rencananya prosesi pemakaman almarhum dilakukan di komplek pemakaman raja-raja Kotagede Yogyakarta pada Senin 22 Juli 2019.

    Almarhum diberangkatkan dari Jakarta melalui jalan darat menggunakan mobil ambulans dari rumah duka di Jakarta pada Senin pagi menuju Yogyakarta.

    "Almarhum akan disemayamkan di Ndalem Prabukusuman, Alun Alun Selatan Yogyakarta sebelum dimakamkan," ujar putra pangeran Keraton Yogya, GBPH Prabukusumo, Raden Mas Harcanie Prabu Putra.

    Harcanie mengatakan Cakraningrat merupakan adik tiri dari ayahnya, Prabukusumo dan juga Raja Keraton Yogya saat ini Sri Sultan Hamengku Buwono X. Prabusumo merupakan putra dari istri ke tiga Sultan HB IX, KRA Hastungkara sedangkan Sultan HB X merupakan putra istri kedua HB IX, Bendara Raden Ayu (BRA) Windyaningrum.

    Perkiraan jenazah tiba di Yogya pukul 12.00 WIB. Dan pukul 14.00 almarhum diberangkatkan ke Masjid Agung Kauman untu disalatkan kemudian diberangkatkan ke kompkek pemakaman Kotagede.

    Pantauan Tempo, di Ndalem Prabukusuman, kediaman Gusti Prabukusumo, sejumlah tenda untuk pelayat sudah dipasang. Ucapan bela sungkawa berupa karangan bunga juga mengalir dari sejumlah tokoh. Mulai Bupati Purworejo Agus Bastian, anggota DPR RI Idham Samawi, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, hingga Kapolresta Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.