Cerita Ahok Soal 6 Dokter Terbaik di Penjara Mako Brimob

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berlibur di Bali mengendarai VW Safari awal 2019 (YouTube)

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berlibur di Bali mengendarai VW Safari awal 2019 (YouTube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersyukur pada beberapa pengalaman yang ia alami selama dipenjara di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Salah satunya adalah ketika ia bertemu dengan enam dokter terbaik di dunia.

    “Ternyata Mako Brimob menyediakan enam dokter terbaik di dunia, gak ada yang pernah sangka,” kata Ahok dalam akun Youtube-nya, Panggil Saya BTP, yang diunggah pada Rabu, 17 Juli 2019. Cerita ini dibagikan Ahok saat menjadi narasumber seminar di Gereja Reformed Injili Indonesia, di Samarinda, Kalimantan Timur.

    Enam dokter ini sebenarnya bukanlah dokter sungguhan yang ada di rumah sakit. Namun, ini merupakan enam hal yang dirasakan Ahok selama dipenjara. Pada 9 Mei 2017, Ahok memang divonis kurungan 2 tahun karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama.

    Ahok bercerita, dokter pertama bernama sinar matahari. Selama dipenjara, Ahok rupanya harus beraktivitas di bawah terik matahari pagi, dari jam 7 sampai 9 pagi. Namun, ia justru bersyukur bisa melakukan hal itu karena selama ini tidak pernah berjemur tiap pagi. “Keluar masuk kantor di lobi,” kata dia.

    Dokter kedua bernama istirahat. Di hadapan para peserta seminar, Ahok yakin tidak ada satu pun dari mereka yang tidur di jam yang sama selama dua tahun penuh. Sementara di penjara Mako Brimob, Ahok mengaku harus tidur jam 10 malam dan bangun  jam 4 pagi. Jadwal ini rutin selama dua tahun dia ditahan di sana.

    Dokter ketiga bernama olahraga. Di Mako Brimob, Ahok mengaku harus menjalani olahraga sebanyak lima kali dalam seminggu. Salah satu olahraga yang dilakukan yaitu berupa lomba push up. “Badan saya agak lumayan juga sekarang ini, saya dulu gak ada yang maksa  push up,” ucap Ahok.

    Lalu dokter keempat bernama diet. Ia bercerita, jadwal makan paling malam di Mako Brimob hanya pukul 6 sore. Makanan baru tersedia kembali esok harinya, pukul 6 pagi. Sehingga, Ahok menyebut ususnya puasa dari makanan selama 12 jam. Kalaupun lapar di malam hari, ia hanya minum air hangat. Kebiasaan ini terus bertahan sampai saat ini. Sekarang ia tidak mau makan di malam hari.

    Dokter kelima bernama membaca buku. Selama dua tahun dikurung, Ahok mengaku menyelesaikan 47 buku. Tak hanya dibaca, kata-kata penting dalam setiap halaman juga ditandai dengan stabilo. Ia juga menulis tangan hasil iluminasi dari membaca firman Tuhan pada 620 halaman kertas A4. Lalu, ada juga tulisan renungan meditasi sebanyak 615 halaman yang kini sedang diedit. “Dijadiin buku, bukan promosi ya,” kata Ahok.

    Dokter terakhir bernama teman-teman yang baik. Ternyata, Ahok memiliki grup musik atau band di penjara Mako Brimob bernama Teman Penjara. Awalnya, band ini bernama The Nabi alias narapidana binaan. Namun, ada personel dari polisi yang protes karena bukan termasuk napi. Ahok yang mengaku semula tidak bisa menyanyi, dipaksa menyanyi setiap minggu di band ini. “Belajarlah saya nyanyi, sekarang lumayanlah,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.