Pengamat Anggap Lucu Keinginan Sandiaga Jadi Oposisi Tanpa Partai

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai menghadiri acara OK OCE di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai menghadiri acara OK OCE di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai sikap mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menjadi oposisi pemerintah tanpa bernaung di bawah partai politik merupakan hal yang tidak masuk akal. "Sandi tidak masuk akal mau oposisi secara pribadi, itu lucu," kata Pangi kepada Tempo, Selasa, 16 Juli 2019.

    Sandiaga sebelumnya merupakan politikus Partai Gerindra sejak 2015. Ia kemudian menyatakan mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu pada Agustus 2018 setelah dipinang Prabowo sebagai calon wakil presiden.

    Pangi mengatakan, Sandiaga semestinya masuk partai jika ingin memaksimalkan peran sebagai oposisi. Sebab, dengan menjadi kader partai, Sandiaga bisa merancang sikap bersama dengan kader dan pengurus partai.

    Menurut Pangi, demokrasi tidak mengenal oposisi person to person. Oposisi merupakan kelembagaan partai politik atau peran yang dimainkan partai politik. "Bukan sikap pribadi," ujarnya.

    Meski begitu, Pangi maklum jika keputusan Sandiaga menjadi oposisi demi kepentingan Pemilu 2024. Ia meyakini mantan Wakil Gubernur DKI itu telah mengkalkulasi dan mempertimbangkan dengan matang keuntungan yang didapat bila memainkan peran oposisi.

    "Cuma secara akal sehat, beliau ini kan sudah enggak aktif lagi (jadi pengurus partai). Ketika maju Pilpres 2019 sudah mengundurkan diri sebagai kader Gerindra," ucapnya. 

    Setelah mengalami kekalahan di Pilpres 2019, Sandiaga sempat ditanya rencananya kembali bergabung dengan Gerindra. Namun, ia mengaku belum ada tawaran dari Prabowo. "Belum, belum ada tawaran dari Pak Prabowo," kata Sandiaga, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Rekonsiliasi dengan Jokowi: Inilah Untung Rugi Prabowo Jadi Oposisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.