ICW Ragu Kasus Novel Baswedan Terungkap, Polri: Optimistis Dong

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyindir sikap Indonesia Corruption Watch (ICW) yang pesimistis atas pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

    "Orang yang pesimistis itu orang yang memiliki pikiran yang kerdil. Kita harus optimistis dong," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 15 Juli 2019.

    Sikap pesimistis itu ditunjukkan ICW saat menggelar aksi bersama LBH Jakarta, Amnesty Internasional Indonesia, dan KontraS, pada Senin, 15 Juli 2019 di depan Markas Besar Polri. Mereka menuntut Polri segera menyelesaikan perkara Novel Baswedan.

    "Kami pesimis dengan kerja-kerja yang dilakukan kepolisian," kata Peneliti ICW Wana Alamsyah di sela aksi.

    Dedi mengatakan bahwa setiap ada temuan baru dalam proses penyelidikan suatu kasus, selalu diungkapkan kepada publik. Tak terkecuali kasus Novel.

    Ia pun berjanji pihaknya akan mengungkap pelaku penyerangan atau aktor intelektual perkara penyiraman air keras tersebut. "Pasti akan diungkap. Step by step," ucap Dedi.

    Sebelumnya, pada 9 Juli 2019 lalu, Tim Pakar kasus Novel Baswedan telah menyerahkan hasil investigasi kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.

    "Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa tim sudah selesai melakukan tugas sesuai dengan surat keputusan Kapolri dan laporan kurang lebih 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman," ujar anggota TGPF Polri Nur Kholis di Mabes Polri pada 9 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.