Komnas HAM: Satgas Novel Baswedan Sudah Temukan Pelaku Lapangan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan usai melakukan pertemuan dengan Advocacy Manager Amnesty International Asia-Pacific, Francisco Bencosme, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan usai melakukan pertemuan dengan Advocacy Manager Amnesty International Asia-Pacific, Francisco Bencosme, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan tim gabungan bentukan Polri telah menemukan titik terang pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Bahkan, satgas Novel berkemungkinan menemukan aktor intelektual penyerangan itu.

    Baca: 800 hari Belum Ada Tersangka, Ini Ciri Penyerang Novel Baswedan

    "Kami mendapatkan informasinya dari teman TGPF, mereka mendapatkan sesuatu yang penting, yang membuat celah kasus ini bisa naik ke atas," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.

    Anam mengatakan mendapatkan informasi itu saat bertemu tim gabungan sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, kata dia, tim gabungan menyampaikan mendapat perkembangan signifikan terkait pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi itu. Setidaknya, ada empat orang yang dicurigai menjadi pelaku penyiraman air keras. Temuan itu, kata dia, sesuai dengan hasil Tim Pemantauan Komnas HAM dalam kasus Novel.

    Tim pemantauan Komnas HAM dalam kasus Novel dibentuk pada Maret 2018 dan merampungkan penelusurannya pada Desember 2018. Tim pemantauan salah satunya merekomendasikan pembentukan tim yang terdiri dari anggota Polri, sipil dan pegawai KPK untuk menelusuri kasus yang tak kunjung terungkap selama hampir dua tahun ini.

    Atas rekomendasi itu, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan yang terdiri dari 65 orang. Dibentuk sejak Januari 2019, masa kerja tim berakhir pada awal Juli ini. Anggota tim gabungan, Hendardi mengatakan tim telah merampungkan hasil penyelidikan dan akan menyerahkan laporan itu kepada Tito pekan ini.

    Namun, ia mengatakan timnya mengalami kesulitan dalam proses penyelidikan ini. "Tidak mudah menyelidiki hal ini. Kalau orang bilang mudah, tolong kasih petunjuk ke kami," kata Hendardi kepada Tempo, Senin, 8 Juli 2019.

    Hendardi mengatakan telah menyampaikan hal itu kepada Novel. Bahkan termasuk dugaan keterlibatan seorang jenderal dalam kasus teror itu. Untuk menelusuri, TGPF juga telah memeriksa Mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan yang pernah memperingatkan Novel bakal mendapat teror.

    Baca: Jokowi Didesak Bentuk TGPF Independen Kasus Novel Baswedan

    Anam mengatakan tak mengetahui kendala apa yang dihadapi oleh tim hingga mengalami kesulitan. Ia mengatakan laporan yang diserahkan Komnas HAM sebenarnya sudah cukup terang mengenai 4 orang asing yang berada di kawasan rumah Novel menjelang kejadian. "Nah kesusahannya apakah naik dari yang bawah terus ke atas ataukah dari atas ini naik ke atasnya lagi, saya belum mendapatkan update," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.