Jemaah Haji 2019 Kloter Pertama Tiba di Madinah

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah calon haji memasuki asrama haji embarkasi Surabaya, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 5 Juli 2019. ANTARA

    Jamaah calon haji memasuki asrama haji embarkasi Surabaya, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 5 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengabarkan jemaah haji kloter pertama tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah Sabtu, 6 Juli 2019 pukul 09.00 waktu setempat. Kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 1) itu berisikan 449 orang jemaah haji asal Magetan.

    Baca juga: Calon Haji Indonesia, Nikmati Fasilitas Baru di Mekah-Madinah Ini

    Dari keterangan tertulisnya, Kemenag menyebut kloter ini tiba lebih awal dari jadwal semestinya, yakni pukul 10.00 waktu Madinah. Kedatangan jamaah disambut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh.

    "Jangan sungkan untuk meminta bantuan karena kami adalah pelayanan panjenengan (anda). Melayani jamaah haji adalah kehormatan untuk kami," kata Maftuh.

    Dari hasil pantauan tim Media Center Haji (MCH), proses kedatangan jemaah haji berlangsung cukup cepat karena jemaah tidak perlu menunggu koper bagasi. Usai upacara penyambutan, mereka langsung diarahkan ke paviliun untuk menunggu bus yang akan mengantarkan jemaah ke hotel.

    Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), dari 449 jemaah asal Magetan, 2 di antaranya memakai tongkat untuk berjalan dan 8 orang lainnya menggunakan kursi roda. Tercatat jemaah tertua adalah Sukinah yang telah berumur 93 tahun.

    Usai proses imigrasi, para jemaah haji menaiki bus untuk diberangkatkan ke Hotel Ishraq Al-Bustan yang berada di sektor 3 tempat mereka menginap selama di Madinah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.