Jatah Menteri NU, Ma'ruf: Jokowi Pasti Minta Pertimbangan Saya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Ma'ruf Amin melayat ke rumah duka almarhumah Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Ahad, 2 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Calon wakil presiden Ma'ruf Amin melayat ke rumah duka almarhumah Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Ahad, 2 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin mengatakan saat ini belum ada nama warga Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diusulkannya untuk mengisi kabinet Jokowi - Ma'ruf mendatang. "Belum, saya belum memberikan usulan," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI pada Selasa, 2 Juli 2019.

    Menurut Ma'ruf, sampai saat ini belum ada pembicaraan berkaitan dengan isi  kabinet dengan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi. ‘Nanti kan Pak Jokowi pasti minta pertimbangan saya.”

    Baca juga: Jawara NU Ajak Personel TNI - Polri Buka Puasa Bersama

    Ma'ruf enggan berkomentar banyak mengenai pernyataan petinggi organisasi itu yang sudah ngebet meminta jatah menteri untuk kader NU. "Ya nanti saya bilang. Sampaikan saja ke Pak Jokowi," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI pada Selasa, 2 Juli 2019.

    Sebelumnya, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Agoes Ali Masyhuri blak-blakan meminta jatah menteri untuk kader NU di kabinet Jokowi - Ma'ruf selanjutnya. Sebab, ujar dia, tidak ada dukungan politik yang gratis atas kontribusi tokoh dan warga NU dalam kemenangan Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019.

    Baca juga: Indikator: Pemilih NU Penentu Kemenangan Jokowi - Ma'ruf

    Rais 'Aam PBNU, Miftachul Akhyar juga mengatakan telah menyiapkan kader terbaik untuk diajukan sebagai menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi periode 2019-2024. "Soal kesiapan, sejak dulu siap," kata Miftachul di Jakarta pada Ahad, 23 Juni 2019.

    Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi mengatakan organisasinya memiliki kontribusi yang besar dalam upaya memenangkan Jokowi-Ma'ruf dalam pemilihan
    presiden. Karena itu, dia berharap Jokowi-Ma'ruf bisa membalas kontribusi itu dengan mendapuk kader NU untuk mengisi gerbong pemerintahan. "Kemarin kan sudah memberi kontribusi yang cukup besar, mudah-mudahan ya dibawa oleh Presiden," ujar Masduki pada Selasa, 25 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.