Akan ke Gerindra? Sandiaga: Belum Ada Tawaran dari Pak Prabowo

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku belum mempertimbangkan untuk bergabung dengan salah satu partai politik, termasuk kemungkinan kembali ke Partai Gerindra. Menyangkut kemungkinan kedua ini, Sandiaga mengaku belum ada tawaran dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    "Belum, belum ada tawaran dari Pak Prabowo," kata Sandiaga di Mall Pelayanan Publik DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Wawancara Eksklusif, Sandiaga Bicara Tawaran Jadi Menteri Jokowi

    Sebelumnya Sandiaga adalah politikus Partai Gerindra. Bergabung sejak 2015, Sandiaga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina di partai berlambang kepala burung garuda itu. Dia juga sempat didapuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra.

    Sandiaga menyatakan mundur dari Gerindra pada Agustus 2018 saat dipinang Prabowo sebagai calon wakil presiden. Dia juga melepas jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, posisi yang baru dijabatnya selama 10 bulan.

    Baca juga: MUI Apresiasi Sikap Kenegarawanan Prabowo dan Sandiaga

    Saat ditanya tanggapannya jika kembali ditawari oleh Prabowo, Sandiaga mengelak dengan jawaban tak ingin berandai-andai. Namun dia mengakui sudah bertemu dengan Prabowo untuk membicarakan rencananya. "Tapi saya sudah sampaikan yang ingin saya lakukan adalah yang langsung berdampak ke masyarakat."

    Rencana yang dimaksud Sandiaga ialah tetap menjalankan program-program yang dia janjikan semasa kampanye pilpres 2019, terutama OK OCE (One Kecamatan One Center Enterpreneurship) dan Rumah Siap Kerja. Sandiaga mengaku sudah bicara dengan Prabowo untuk menyebarluaskan gerakan ini di pelbagai daerah. "Meskipun kami belum terpilih saat ini, janji yang ingin kami wujudkan ke masyarakat ini akan terus bergulir. Tentunya dengan format lain."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.