Kotak Hitam Kedua Belum Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Garuda Indonesia Airways, Abdul Gani, di Solo, Kamis (17/1), baru menemukan satu dari dua kotak hitam pesawat Boeing 737-300 yang mendarat darurat di Klaten, Rabu (16/1). Ia mengatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan karena kedua mesin mati. Gani mengatakan mesin mati saat berada di ketinggian 23 ribu kaki ketika masuk ke awan yang bercuaca buruk dan hujan badai. Ia juga menjelaskan kecelakaan terjadi pada pukul 16.29 WIB, dan bukannya pukul 16.45 WIB seperti yang diberitakan kemarin. Sementara korban meninggal dunia adalah Santi Anggraeni, seorang pramugari Garuda yang telah bekerja selama tujuh tahun di BUMN tersebut. Menurut Abdul Gani, tidak benar pesawat yang digunakan Garuda sudah berusia lanjut. Kata dia, “Umur pesawat Boeing 737 dengan penerbangan 421 itu baru berumur 12 tahun.” Iing Iskandar, dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, mengatakan Garuda telah mentaati semua prosedur yang berlaku dalam tranportasi udara. Iing juga mengatakan saat pesawat mulai mendarat darurat, berdasarkan keterangan awak kabin, Supratno, semua penumpang sudah di-briefing untuk melakukan penyelamatan. “Koordinasi awak kabin berjalan baik, bahkan dari kabin ban, sempat ditanyakan apakah semua penumpang sudah di evakuasi,” ujar Iing. Sedangkan Utaryo Diran, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KKNT), saat ditemui pada kesempatan yang sama, memuji pilot pesawat yang dianggapnya telah melakukan pendaratan yang luar biasa dalam situasi yang panik dan tanpa menggunakan mesin. (Imron Rasyid-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.