Kawal Pemerintahan Jokowi, PDIP Percepat Kongres V pada Agustus

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto (kanan), dan anggota Dewa Pengarah TKN Pramono Anung (kiri), menghadiri pertemuan di rumah makan Plataran, Menteng, Jakarta. Kamis, 18 April 2019. TEMPO/Fikri Arigi.

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto (kanan), dan anggota Dewa Pengarah TKN Pramono Anung (kiri), menghadiri pertemuan di rumah makan Plataran, Menteng, Jakarta. Kamis, 18 April 2019. TEMPO/Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) mempercepat pelaksanaan kongres kelima  yang direncanakan digelar di Bali mulai 8 Agustus 2019. Rencana itu untuk menyesuaikan dengan agenda pemerintahan serta agenda strategis partai pascapemilu 2019. "Ini langkah berbagi tugas partai," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    Semula, kongres kelima PDIP digelar pada akhir 2019. Dengan percepatan kongres, maka ketika anggota DPR RI dan MPR RI dilantik, diikuti pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta pembentukan kabinet, sehingga seluruh struktur partai telah terkonsolidasi guna mendukung pemerintahan.

    Baca juga: KPU Rilis Audit Dana Kampanye, PDIP Habiskan ...

    Menurut Hasto, PDIP semakin fokus mendukung sepenuhnya jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo, karena itulah mengapa konsolidasi ideologi, politik, konsolidasi struktural, dan konsolidasi program, sudah dilakukan melalui gerak mendahului dalam Kongres V.

    "Persiapan seluruh jajaran kepartaian untuk menjadi kekuatan utama mengawal pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin, akan dilakukan lebih awal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.