Eks Panglima GAM Klarifikasi Ucapannya Soal Referendum Aceh

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub Aceh Muzakir Manaf mengikuti rapat kabinet terbatas di gedung Kementerian Pertanian di Jakarta, (6/8). Rapat tersebut membahas soal berbagai kebijakan di sektor pertanian. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Wagub Aceh Muzakir Manaf mengikuti rapat kabinet terbatas di gedung Kementerian Pertanian di Jakarta, (6/8). Rapat tersebut membahas soal berbagai kebijakan di sektor pertanian. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka Muzakir Manaf mengklarifikasi pernyataannya ihwal referendum Aceh sebelumnya. Klarifikasi ini disampaikan melalui video berdurasi 2 menit yang beredar melalui media sosial.

    Melalui sambungan telepon dengan Tempo, staf khusus Muzakir yang bernama Marzuki AR alias Wien Rimba Raya mempersilakan mengutip ucapan Muzakir dalam video itu. "Yang pertama, bahwa pernyataan saya tentang referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya melakukan hal tersebut secara spontan," kata Muzakir Manaf lewat video tersebut.

    Berikutnya, pria yang akrab disapa Mualem ini mengaku menyadari bahwa rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia juga berharap Provinsi Aceh ke depan semakin maju dalam bingkai NKRI.

    Baca Juga: Soal Referendum Aceh, Begini Sikap Menhan Ryamizard

    Adapun yang terakhir, Muzakir mengatakan akan terus mendorong untuk menuntaskan butir-butir nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Helsinki.

    Menurut Marzuki, pernyataan Muzakir itu dalam kerangka keinginan agar Aceh lebih maju. Dia pun menyebut wajar saja seorang mantan pejuang Aceh menginginkan kemajuan bagi provinsi Serambi Mekkah ini. "Tapi kalau soal kesetiaan kepada republik, Aceh enggak usah diragukan. Hanya saja kan wajar seorang pejuang menginginkan Aceh lebih maju," ujar Marzuki.

    Perihal referendum itu diungkapkan Mualem saat peringatan ke-9 wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Teuku Muhammad Hasan Ditiro di Gedung Amel, Banda Aceh, Senin, 27 Mei 2019. Mantan Wakil Gubernur Aceh itu menyerukan masyarakat Aceh segera melakukan referendum menentukan tetap atau lepas dari Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.