Korban Banjir di Konawe Utara Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menggenangi permukiman di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel pada Sabtu 9 Juni 2019. Foto: BPBD Kalsel

    Banjir menggenangi permukiman di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel pada Sabtu 9 Juni 2019. Foto: BPBD Kalsel

    TEMPO.CO, Kendari - Para pengungsi korban banjir bandang menerjang Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara dikabarkan mulai terserang penyakit, seperti diare, demam, gatal-gatal dan salit kepala. "Warga sangat membutuhkan bantuan. Banyak yang sudah diserang diaere terutama pada anak-anak dan balita,” kata Muskariansyah, salah seorang pengungsi, di Kecamatan Asera, Senin, 10 Juni. 

    Baca juga: Banjir Menerjang Konawe Utara, Ribuan Warga Mengungsi

     

    Banjir yang menerap pada Jumat 7 Juni lalu membuat jembatan penghubung yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe Utara terputus. Di Konawe Utara sedikitnya ada enam kecamatan yang terkena terjangan banjir, yakni Kecamatan Wiwirano, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe, Kecamatan Asera dan Kecamatan Oheo, serta Kecamatan Andowia.

    Ketinggian air yang mencapai tujuh meter membuat ribuan rumah terendam, begitu juga dengan sawah, kebun, dan ternak. Banjir yang belum surut hingg hari ini membuat warga kesulitan beraktifitas.

    Selain itu akses jalan dan jembatan yang terendam air membuat pasokan bahan makanan, minuman, pakain bersih serta obat-obatan sulit menjangkau pengungsi. Akibatnya,  para pengungsi mulai terserang penyakit seperti diare, demam, gatal-gatal dan salit kepala.

    Musariansyah mengaku hingg hari ini belum ada obat-obatan dan logistik yang diterima pengungsi. Akses dari darat saat ini memang susah tembus baik dari arah Wanggudo  dan Wiwirano.

    Kepala  BPBD Konut, Rahmatullah mengatakan jajarannya tengah berupaya menembus wilayah  tersebut. Para petugas kesulitan menuju lokasi pengungsi karena derasnya arus sungai. "Sangat sulit dilewati untuk tembus ke Kecamatan Oheo, Langgikikama, Wiwirano dan Asera. Sementara lewat darat sudah tidak bisa karena jembatan  putus,” kata Rahmatullah. 

    Menurut Rahmatullah sampai Senin 10 Juni, korban terdampak banjir terus bertambah. Saat  ini sudah  ada 5 ribuan warga yang mengungsi.

    Untuk langkah awal, BNPB RI telah memberika bantuan armada udara jenis pesawat cargo dan heli kopter yang akan digunakan mengevakuasi para korban banjir, juga untuk mendistribusikan logisitk. Disediakan juga armada air, yakni kapal 12 unit dan tenda pengungsi 20 unit. "Pesawatnya sudah ada di Haluole. Insya allah hari ini sudah berangkat ke Konawe Utara.” 

    Seperti diberitakan sebelumnya ada tujuh kabupaen kota di Sulawesi Tenggara diterjang banjir, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Konawe Utara. Banjir terparah melanda tiga kabupaten, yakni Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Timur dan Konawe. Banjir menerjang sejak dua hari sebelum hari raya idul fitri.

     ROSNIAWATI  FIKRI (Kendari)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.