H-3 Lebaran, Mabes Polri Catat Terjadi 220 Kecelakaan Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan hasil Operasi Ketupat 2019, Markas Besar Polri mencatat hingga H-3 lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah telah terjadi 220 kecelakaan di jalan raya. Angka tersebut turun 61 persen dari jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Ketupat 2018 yakni 565 kejadian.

    Baca: Hari ini, Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Rayakan Lebaran

    "Yang meninggal ada 45 orang, luka berat 27 orang, dan luka ringan ada 207 orang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Senin, 3 Juni 2019.

    Penyebab kecelakaan, kata Dedi, didominasi karena kurang waspadanya pengemudi dalam berkendara. Sedangkan untuk pelanggaran, polisi telah menilang 20.859 pengendara dan menegur 37.741 pengendara.

    Baca: Penyakit ISPA Sering Menyerang saat Lebaran, Cegah dengan Ini

    Operasi Ketupat 2019 akan berlangsung selama 13 hari mulai dari 29 Mei 2019 sampai 10 Juni 2019. Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun menurunkan lebih dari 160 ribu personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2019 di seluruh Indonesia. Tak hanya Polri dan TNI, pengamanan ini melibatkan organisasi seperti Pramuka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.