Cerita Pemudik Bersepeda yang Lewat Jalur Nagreg

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fikri, pemudik asal Bandung melaju di turunan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat mudik ke Tasikmalaya, Jumat, 31 Mei 2019. Pesepeda ini tetap berpuasa dan memperkirakan waktu tempuh sekitar 8 jam  untuk sampai kampung halaman. TEMPO/Prima mulia

    Fikri, pemudik asal Bandung melaju di turunan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat mudik ke Tasikmalaya, Jumat, 31 Mei 2019. Pesepeda ini tetap berpuasa dan memperkirakan waktu tempuh sekitar 8 jam untuk sampai kampung halaman. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah ribuan kendaraan yang melintas jalur Nagreg ada sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya.

    Salah satunya adalah Warisno (47), warga asal Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Dirinya menggunakan sepeda ontel tua untuk menjajal jalur selatan.

    "Saya naik sepeda karena susah mendapatkan tiket bus, terus kalau ada pasti selalu terjebak kemacetan," kata Warisno yang ditemui di Tanjakan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu.

    Bersama dengan dua buah kotak besar yang merupakan barang bawaan serta oleh-oleh, ia bersemangat untuk bersilaturahmi dengan keluarganya yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

    Dia menuturkan, sebelum melakukan perjalanan dari Bandung menuju Kebumen, ia melakukan beberapa persiapan mulai dari mengganti suku cadang sepeda, memperbaiki rem, hingga memasang rotator kecil.

    Selain itu di bagian belakang sepedanya itu pun, dipasangi plat besi yang bertuliskan 'Mudik Lebaran, Bandung-Kebumen. Selamat Hari Raya Idul Fitri 2019-1440 H. Mohon maaf lahir dan batin' dan memasang bendera merah putih.

    Warisno menuturkan, kalau ia mulai 2015 sudah melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda, lantaran sudah tidak merasakan kenyamanan menggunakan angkutan umum.

    "Lebih santai, yang penting selamat dan menikmati perjalanan," kata Warisno yang merupakan seorang wiraswasta.

    Dia mengatakan memulai perjalanannya sejak pagi tadi dan kemungkinan, kata dia, akan tiba pada Senin malam (3/6). Selama perjalanannya dia mengaku akan melakukan istirahat setiap dua jam sekali atau merasakan lelah di bagian betis hingga pangkal paha.

    Pemudik sepeda lainnya, Apih yang merupakan warga asal Melong, Kota Cimahi mengatakan, kalau ia sudah melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda mulai dari 2013.

    Apih yang mempunyai tujuan Cibatu, Kabupaten Garut tersebut mengaku menggunakan sepeda lantaran dirinya sudah hobi bersepeda sejak 1980. Selain itu, kata dia, kondisi rute Cimahi-Garut yang melewati jalur Nagreg sangat baik untuk dilintasi.

    "Hitung-hitung olahraga juga, butuh waktu enam jam sampai Cibatu. Istri, anak, sama cucu sudah di sana," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.