Ani Yudhoyono Berpulang, Perajin Batik Cirebon Merasa Kehilangan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Ani Yudhoyono membatik saat mengunjungi stan UKM binaan BNI di acara International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (25/4). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Ibu Negara Ani Yudhoyono membatik saat mengunjungi stan UKM binaan BNI di acara International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (25/4). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Cirebon - Pelaku usaha batik Cirebon merasa berduka atas kepergian mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu sering memborong batik saat tengah berkunjung ke Cirebon.

    Baca: TNI AU Siapkan Pesawat Hercules Bawa Jenazah Ani Yudhoyono

    “Saya kaget dengar meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono melalui pemberitaan di televisi,” ungkap Edi Baridi, pemilik showrom batik EB di kawasan batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 1 Juni 2019. 

    Edi mengatakan setiap berkunjung ke Cirebon, Ani Yudhoyono selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke showroom batik miliknya. Ruangan khusus disiapkan untuk Ani Yudhoyono dan suaminya untuk memilih-milih batik yang mereka sukai.

    Menurut Edi, Ani selalu memborong sejumlah batik yang ada di showroomnya. Enggan menyebutkan nominal, Edi mengungkapkan selama ini pilihan Ani Yudhoyono selalu pada batik tulis khas Cirebon. “Kami sangat kehilangan dengan kepergian ibu Ani Yudhoyono,” ungkap Edi.

    Hal yang sama diungkapkan Komarudin Kudiya, pemilik rumah batik Komar. “Bu Ani sangat menghargai batik Indonesia. Termasuk batik fractal,” ungkap Komar.

    Batik fractal adalah batik yang dibuat dengan menggunakan rumus matematika. Menurut Komar, Ani Yudhoyono sudah beberapa kali memesan batik fractal kepada dirinya. Komar juga memiliki ukuran yang khusus untuk batik yang akan digunakan Ani. “Kepergiannya adalah kesedihan untuk kami semua, “ ungkap Komar.

    Baca: Permintaan SBY: Berikan Cium Terakhir untuk Ani Yudhoyono

    Ani Yudhoyono meninggal pada Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu Singapura. Ia meninggal pada usia 66 tahun setelah bergulat melawan kanker darah selama tiga bulan. Sebelum meninggal, Ani Yudhoyono kritis sejak Kamis, 30 Mei 2019 dan dibawa ke ruang Intensive Care Unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.