Dirawat di ICU, Ani Yudhoyono Mendapat Sejumlah Tindakan Medis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono bersama dengan ankaknya Edhie Baskoro Yudhoyono. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono bersama dengan ankaknya Edhie Baskoro Yudhoyono. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Batam- Sejumlah tindakan medis kini sedang dilakukan oleh tim dokter di National University Hospital (NUH) Singapura terhadap mantan ibu negara, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono yang dirawat di ruang Intensive Care Unit rumah sakit itu karena menderita kanker darah. Putera-putera Ani masih mendampingi ibunya yang sedang dalam perawatan intensif di intensif care unit National University Hospital Singapura sejak Kamis, 30 Mei 2019.

    "(Mas Ibas dan Mas Agus) masih di atas," kata petugas pengamanan di NUH, Jumat, 31 Mei 2019. Sedangkan Presiden keenam RI Susilo Yudhoyono masih beristirahat di apartemen.

    Baca juga: Ani Yudhoyono Masuk ICU Sejak Rabu Sore

    Lobi Kent Ridge Wing, tempat Ani Yudhoyono dirawat selama ini nampak lengang. 

    Selama tiga bulan terakhir, sebelum dirawat di ICU, Ani Yudhoyono berada di ruang karantina khusus. 

    Dalam keterangan pers Kamis malam, 30 Mei 2019, putra sulung, Agus Harimurti Yudhonyono menyatakan kondisi kesehatan ibundanya mengalami penurunan. Ani Yudhoyono terpaksa dirawat secara intensif di ICU, sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatannya yang masih belum stabil.

    Baca juga: AHY Jelaskan Kondisi Terkini Ani Yudhoyono ...

    Agus meminta seluruh masyarakat Indonesia mendoakan kondisi kesehatan ibunya agar terus membaik dan dapat menjalani proses penyembuhan selanjutnya. "Di sepertiga akhir bulan suci Ramadhan yang mulia dan penuh berkah ini, kami keluarga besar Yudhoyono memohon kerelaan hati masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar kondisi kesehatan Ibu Ani kembali stabil, terus membaik, dan dapat menjalani proses penyembuhan selanjutnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.