Fadli Zon Pertanyakan Manifes Prabowo ke Dubai Disebarluaskan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat menghadiri acara jalan sehat yang digelar oleh kelompok relawan Roemah Djoeang di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat menghadiri acara jalan sehat yang digelar oleh kelompok relawan Roemah Djoeang di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto biasa pergi ke luar negeri. Karena itu, dia mengaku merasa heran kepergian capres nomor urut 02 itu ke Dubai, Uni Emirate Arab, mendapat perhatian luar biasa.

    Baca juga: Selain Cek Kesehatan, Ini Tujuan Lain Prabowo Terbang ke Dubai

    "Cuma kali ini kok mendapatkan perhatian yang luar biasa, yang menurut saya agak aneh," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

    Dia mengatakan, Prabowo memiliki kolega dan teman di luar negeri sehingga sangat wajar mengunjungi mereka beberapa kali dalam sebulan, terkait kaitan urusan bisnis maupun pertemanan.

    Fadli juga mempertanyakan manifes penumpang pesawat yang ikut Prabowo ke Dubai dan beredar luas karena tidak boleh dipublikasikan. "Pertanyaannya apakah memang manifes keberangkatan seseorang itu boleh dipublikasikan dan apakah boleh imigrasi menyebarluaskan informasi seperti ini. Ini urusan privat, bukan urusan kenegaraan ataupun dinas," ujar Fadli.

    Menurut dia, tidak ada hal yang disembunyikan dari kepergian Prabowo tersebut. Namun secara aturan, kata dia, tidak boleh manifes disebarluaskan karena bersifat privat.

    Selain terkait dua orang warga Rusia yaitu Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva yang ada dalam manifes, kata Fadli, mereka merupakan observer yang diundang DPR untuk melihat jalannya pelaksanaan Pemilu 2019.

    "Yang diundang kan perwakilan parlemen beberapa negara seperti Malaysia, Rusia, Amerika, Australia, Turki, Singapura. Saat itu mereka perwakilan Rusia mau hadir namun ternyata tidak jadi hadir," katanya.

    Dia menilai hubungan orang Rusia tersebut merupakan perkawanan dan kepergian Prabowo ke Dubai merupakan urusan privat sehingga tidak masalah.

    Sebelumnya beredar kabar Prabowo Subianto dikabarkan terbang ke Dubai, Uni Emirate Arab, menggunakan pesawat carteran dari bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan Private Jet Ambraer 190/ Lineage 1000 noreg : 9HNYC.

    Baca: BPN: Prabowo ke Dubai Urusan Bisnis dan Cek Kesehatan

    Prabowo berangkat bersama sejumlah orang di antaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang, dua orang warga Rusia Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva, satu orang warga Amerika bernama Justin dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.

    Tonton juga: Prabowo Terbang ke Dubai, BPN: Urusan Bisnis dan Cek Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.