PAN Yogyakarta Desak Bara Hasibuan Dipecat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) DIY menyerukan pemecatan kepada Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Bara Hasibuan.

    Baca juga: Zulkifli Hasan Jelaskan Pertemuannya dengan Jokowi

    Seruan itu tertuang dalam surat pernyataan yang dikirimkan PAN DIY ke Dewan Pimpinan Pusat PAN sejak Minggu 28 April 2019.

    Dalam surat itu PAN DIY mengecam manuver Bara dan intinya mendesak DPP segera memecatnya terkait pernyataan soal peluang PAN berkoalisi dengan koalisi Jokowi.

    "Bara membangun image publik seolah PAN ini di tengah kontroversi perhitungan suara pemilu presiden bersikap oportunis dalam kekuasaan," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN DIY Nazaruddin kepada Tempo Senin 29 April 2019.

    Bara sebelumnya menyinggung soal kemungkinan reposisi PAN dalam koalisi pasca pertemuan Ketua Umum Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi pekan lalu.

    Namun pernyataan Bara itu, ujar Nazaruddin, seolah-olah PAN sudah mengakui kemenangan pasangan calon presiden- wakil presiden nomor 01, Jokowi-Maruf Amin. PAN sendiri dalam kontestasi pilpres ini merupakan partai pendukung pasangan capres cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    "Padahal kami masih berjuang terkait suara pilpres, khususnya terkait dengan dugaan-dugaan kecurangan dan manipulasi suara," ujar Nazar.

    Nazaruddin juga mengatakan manuver Bara ini telah menyakiti jajaran pengurus, kader, dan simpatisan PAN, khususnya di DIY.

    "Sikap Bara jelas berseberangan dengan hasil rakernas partai tentang pilpres," ujarnya.

    Nazaruddin menyatakan dalam surat desakan pemecatan itu pihaknya menilai manuver Bara Hasibuan juga telah menyulut reaksi dari para kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    "Kami mengutuk keras pernyataan dan manuver yang dilakukan oleh Bara tersebut serta menganggapnya sebagai sebuah tindakan yang menunjukkan ketidakpatutan terhadap garis dan kebijakan partai," seperti tertulis dalam surat DPD PAN DIY yang dilayangkan ke DPP tersebut.

    Baca juga: Pengamat Anggap PAN Gabung ke Kubu Jokowi Realistis Demi 2024

    Sehingga dengan mempertimbangkan reaksi yang diberikan oleh para kader dan simpatisan PAN di DIY, perlu langkah yang tegas terhadap Bara berupa pemberhentiannya sebagai kader PAN.

    Dalam surat desakan untuk Bara Hasibuan itu disebutkan pula sudah ada lebih dari 100 pengurus PAN dari berbagai provinsi yang mendesak pemecatan dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.