Zulkifli Hasan Jelaskan Pertemuannya dengan Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan setelah buka puasa bersama di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan setelah buka puasa bersama di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional atau PAN Zulkifli Hasan akhirnya buka suara terkait pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu 24 April 2019 lalu. Lewat akun Twitter resminya @ZUL_Hasan, ia mengatakan kehadirannya ke Istana merupakan kegiatan rutin dalam tugasnya sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR.

    Baca juga: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi, Sekjen PAN: Kami Tetap di Prabowo

    "Saya hadir di Istana sebagai Ketua MPR dalam pelantikan Gubernur Maluku. Sama seperti pelantikan gubernur lainnya," kata Zulkifli Hasan pada Jumat, 26 April 2019. Apalagi, kata dia, Gubernur Murad Ismail yang dilantik hari itu adalah sahabat dan PAN mengusungnya di Pilkada Maluku lalu.

    Menurut Zulkifli, kader PAN di seluruh Indonesia saat ini masih fokus mengawal perolehan suara Partai dan Pilpres. "PAN juga terus memberi masukan untuk perbaikan kinerja KPU," cuitnya lagi.

    Zulkifli meminta pada kader dan seluruh warga negara Indonesia untuk tetap menjaga persaudaraan sesama anak bangsa. "Pilihan boleh beda. Merah Putih kita tetap sama," kata dia di akhir cuitannya.

    Pertemuan Zulkifli Hasan dan Jokowi seusai pelantikan Gubernur Maluku itu menimbulkan spekulasi bahwa PAN akan mengalihkan dukungannya kepada petahana. Partai Matahari Terbit itu selama masa pemilihan presiden diketahui berada di kubu Prabowo - Sandiaga.

    Baca juga: Jokowi Sebut Pertemuannya dengan Zulkifli Hasan Hal Biasa

    Sinyal PAN akan berpindah dukungan sempat disinggung Wakil Ketua Umum Bara Hasibuan. "Ya segala kemungkinan ada. Yang penting bagaimana yang terbaik bagi PAN ke depannya apakah berada di dalam atau luar pemerintahan," ucap Bara.

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah partainya mulai melirik koalisi Jokowi. Ia mengatakan pertemuan Zulkifli Hasan dengan Jokowi merupakan pertemuan kenegaraan. "Tak perlu berspekulasi lebih jauh terkait pertemuan itu. PAN tetap konsisten di koalisi Adil Makmur," ujar dia lewat akun Twitter @eddy_soeparno kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.